periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi RI pada 2027 ditargetkan tumbuh mencapai 5,8% hingga 6,5%. Target tersebut tercatat dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027.
"Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5% di tahun 2007 menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029 dan pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata," ujar Prabowo dalam sidang paripurna, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5).
Dalam postur APBN 2027, pendapatan negara diperkirakan berada pada level 11,82% hingga 12,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara belanja negara dirancang sebesar 13,62% hingga 14,80% PDB dengan defisit anggaran dijaga pada kisaran 1,80% hingga 2,40% PDB.
"Kami targetkan mencapai kisaran 11,82 hingga 12,40% dari produk domestik bruto kita untuk mendukung berbagai program prioritas dan program-program vital kita belanja negara akan berada pada kisaran 13,62 hingga 14,80% dari PDB kita," terangnya.
Pemerintah juga menetapkan asumsi inflasi berada di rentang 1,5% hingga 3,5%, dengan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada pada level 6,5% hingga 7,3%.
Untuk nilai tukar rupiah, pemerintah memperkirakan berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dipatok di rentang US$70 hingga US$95 per barel.
Di sektor energi, lifting minyak mentah ditargetkan mencapai 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari (RBPH), sedangkan lifting gas bumi diperkirakan berada di kisaran 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari (RBSMPH).
Selain fokus menjaga stabilitas ekonomi, katanya, pemerintah juga menetapkan sejumlah sasaran pembangunan nasional pada 2027. Tingkat kemiskinan ditargetkan turun ke level 6,0% hingga 6,5%, sementara tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan berada di kisaran 4,30% hingga 4,87%.
Prabowo juga menargetkan rasio gini berada di level 0,362 hingga 0,367 sebagai indikator pemerataan pendapatan masyarakat. Selain itu, indeks modal manusia ditargetkan mencapai 0,575 serta indeks kesejahteraan petani sebesar 0,8038.
Dalam upaya memperkuat kualitas tenaga kerja, pemerintah menargetkan proporsi penciptaan lapangan kerja formal mencapai 40,81% pada 2027.
"Kita juga akan membuka lapangan kerja secara besar-besaran. Ditargetkan proporsi lapangan kerja formal meningkat menjadi 40,81 persen di tahun 2007, dari sebelumnya 35,00 persen di tahun 2026, atau naik 5,81 persen," tutupnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar