Periskop.id - Sektor perbankan Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di level internasional. Majalah ekonomi terkemuka, Forbes, merilis daftar Global 2000 tahun 2025 yang menempatkan empat bank besar asal Indonesia sebagai perusahaan publik terbesar dan terkuat di dunia. 

Keempat bank tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Tidak hanya masuk dalam daftar entitas bisnis terbesar, keempat bank ini juga berhasil mengamankan posisi dalam daftar bergengsi World’s Best Banks 2026 versi Forbes. 

Pencapaian ini menegaskan resiliensi dan performa impresif perbankan nasional di tengah dinamika ekonomi global.

Berikut adalah profil mendalam dan rincian performa keuangan keempat bank tersebut:

Bank Rakyat Indonesia (BRI)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menempati posisi tertinggi di antara bank asal Indonesia dalam daftar Forbes Global 2000 2025 dengan menduduki peringkat ke-349.

BRI merupakan perusahaan induk yang bergerak di bidang penyediaan layanan keuangan. Operasional perusahaan terbagi dalam beberapa segmen bisnis, yaitu bisnis mikro, bisnis ritel, bisnis korporasi, dan bisnis anak perusahaan.

Segmen bisnis mikro menawarkan produk dan layanan perbankan bagi individu serta pelaku usaha mikro. Segmen bisnis ritel menyediakan layanan konsumer dan komersial untuk usaha kecil dan menengah. 

Segmen bisnis korporasi melayani perusahaan besar dan institusi melalui layanan perbankan internasional, treasury, dan pasar modal.

Sementara itu, segmen bisnis anak perusahaan mencakup perbankan konvensional dan syariah, pembiayaan, remitansi, asuransi jiwa, asuransi umum, modal ventura, hingga sekuritas.

BRI didirikan oleh Raden Aria Wiriatmaja pada 16 Desember 1895 di Purwokerto, Jawa Tengah, dengan nama awal De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank Der Inlandsche Hoofden. Awalnya lembaga ini merupakan koperasi simpan pinjam untuk masjid sebelum resmi menjadi bank pada 1968.

Kini, BRI menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, sekaligus dikenal sebagai pelopor mikrofinansial di Indonesia. Sejak melantai di bursa melalui Initial Public Offering (IPO) pada 2003, BRI konsisten mencatatkan laba dan membagikan dividen.

Menurut Forbes, BRI membukukan pendapatan sebesar US$16,1 miliar, dengan laba mencapai US$3,8 miliar pada 2025. Total aset yang dimiliki bank ini tercatat sebesar US$123,8 miliar, dengan jumlah pekerja mencapai 81.848 orang. 

Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menempati peringkat ke-408.

Bank Mandiri bergerak dalam penyediaan layanan perbankan umum melalui sejumlah segmen bisnis, yakni korporasi, komersial, ritel, treasury and markets, kantor pusat, serta berbagai anak perusahaan.

Segmen korporasi melayani pinjaman, simpanan, dan transaksi korporasi. Segmen Komersial fokus pada nasabah bisnis menengah. Segmen Ritel melayani pelaku usaha mikro, kecil, hingga individu.

Segmen treasury and markets mencakup layanan treasury, valuta asing, pasar uang, pendapatan tetap, perbankan internasional, hingga pengawasan cabang luar negeri.

Selain itu, Bank Mandiri juga memiliki anak perusahaan di sektor perbankan syariah, asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi umum, pembiayaan konsumen, remitansi, dan sekuritas.

Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998 dan berkantor pusat di Jakarta.

Tahun lalu, masih menurut Forbes, bank ini mencatatkan pendapatan sebesar US$12,3 miliar, dengan laba mencapai US$3,5 miliar. Adapun, total asetnya mencapai US$150,8 miliar, dengan jumlah pekerja sebanyak 38.732 orang. 

Bank Central Asia (BCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berada di peringkat ke-482.

BCA menyediakan layanan perbankan komersial dan layanan keuangan lainnya melalui segmen Pinjaman, Treasury, dan Lainnya.

Layanan BCA mencakup rekening simpanan, transaction banking, perbankan elektronik, manajemen kas, kartu kredit, bancassurance, fasilitas kredit, garansi bank, ekspor-impor, valuta asing, hingga produk investasi.

BCA didirikan pada 21 Februari 1957 dan berkantor pusat di Jakarta.

Pada 2025, entitas ini membukukan pendapatan sebesar US$7,6 miliar, dengan laba sebesar US$3,5 miliar. Sementara itu, total aset yang dimiliki BCA mencapai US$92,6 miliar, dengan jumlah pekerja sebanyak 26.532 orang.

Bank Negara Indonesia (BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menempati peringkat ke-1.064.

BNI bergerak dalam layanan perbankan umum melalui segmen korporasi, komersial dan kecil, konsumer dan ritel, treasury dan institusi keuangan, kantor pusat, serta anak perusahaan.

Segmen korporasi melayani pinjaman dan simpanan nasabah korporasi. Segmen Komersial dan Kecil melayani usaha kecil hingga menengah.

Segmen konsumer dan ritel mencakup produk seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kartu kredit, dan pinjaman ritel.

Sementara segmen treasury dan institusi keuangan menangani aktivitas treasury, valuta asing, pasar uang, pasar modal, pendapatan tetap, dan perbankan internasional.

Bank yang didirikan pada 5 Juli 1946 dan berkantor pusat di Jakarta ini mencatatkan pendapatan sebesar US$5,6 miliar pada 2025, dengan laba mencapai US$1,4 miliar. Total aset bank ini tercatat sebesar US$70,2 miliar, dengan jumlah pekerja mencapai 27.203 orang.