periskop.id - Banyak orang memilih untuk tetap setia pada satu bank selama bertahun-tahun meskipun tawaran bank baru terus bermunculan. Alasan di baliknya sebenarnya sangat sederhana, yaitu kepercayaan. Dalam dunia keuangan, kepercayaan bukan hanya deretan angka di atas kertas, melainkan fondasi utama yang menjaga ketenangan pikiran setiap nasabah. Kabar menggembirakan datang dari panggung internasional, di mana salah satu bank kebanggaan tanah air baru saja meraih pengakuan bergengsi.

Newsweek bersama Statista resmi merilis daftar World’s Most Trustworthy Companies 2025, dan nama Bank Central Asia (BCA) muncul sebagai salah satu wakil Indonesia yang diakui secara global. Pencapaian ini sangat istimewa karena BCA bersanding dengan deretan bank elit dunia, mulai dari DBS Singapura hingga raksasa perbankan Swis seperti BEKB dan Graubündner Kantonalbank. Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan bagi BCA semata, melainkan bukti nyata bahwa standar perbankan Indonesia kini sudah diakui sejajar dengan negara-negara maju di dunia.

Pentingnya Kepercayaan dan Pengalaman Pelanggan

Membangun kepercayaan itu ibarat menanam pohon, butuh waktu bertahun-tahun untuk tumbuh, tapi bisa tumbang dalam sekejap karena badai. Newsweek menyoroti fakta menarik bahwa saat sebuah perusahaan bekerja keras meraih kepercayaan nasabah, manfaatnya akan dirasakan oleh kedua belah pihak. Bagi kita sebagai nasabah, mengetahui bahwa bank tempat kita menyimpan uang memiliki reputasi yang solid memberikan peace of mind atau ketenangan pikiran.

Data menunjukkan bahwa kepercayaan nasabah tidak lahir begitu saja. Ia berakar pada kualitas produk, nilai yang ditawarkan, reputasi merek, dan yang paling krusial, yaitu pengalaman pelanggan (customer experience). Sebanyak 87% konsumen menyatakan bersedia membayar lebih untuk produk dari merek yang mereka percayai dibandingkan beralih ke merek lain yang belum tentu terjamin integritasnya. Ini menjelaskan mengapa BCA tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia meskipun persaingan bank digital sedang masif-masifnya.

Kepercayaan adalah relasi dua arah. Untuk mendapatkan keyakinan dari jutaan orang, sebuah perusahaan harus membuktikan diri mereka layak setiap harinya. Jadi, saat Anda melihat BCA masuk dalam daftar ini, itu adalah hasil dari konsistensi mereka dalam menjaga keamanan data, kemudahan transaksi melalui mobile banking, hingga keramahan satpam di kantor cabang yang sudah menjadi rahasia umum di media sosial. 

Proses Seleksi Bank Terpercaya Dunia

Banyak yang mungkin mengira bahwa penghargaan ini hanya berdasarkan survei populer semata. Padahal, Newsweek dan Statista menerapkan metodologi yang sangat ketat dengan basis data objektif yang besar. Pemeringkatan World’s Most Trustworthy Companies 2025 ini disusun berdasarkan survei independen yang menjangkau 65.000 responden di berbagai negara, menghasilkan sekitar 200.000 evaluasi mendalam terhadap ribuan perusahaan.

Proses penilaiannya pun mencakup tiga pilar utama yang sangat krusial. Pertama, dari sisi nasabah, fokusnya adalah pada tingkat kepuasan dan rasa aman saat bertransaksi. Kedua, dari sisi investor, penilaian tertuju pada transparansi serta kesehatan finansial perusahaan. Ketiga, dari sisi karyawan yang diukur adalah kesejahteraan serta inklusivitas di lingkungan kerja.

Selain survei, tim peneliti juga memanfaatkan analisis social listening untuk memantau lebih dari 500.000 sebutan di jagat maya. Langkah ini dilakukan demi menangkap sentimen jujur dari masyarakat secara langsung. Hasil akhirnya adalah daftar 1.000 perusahaan dari 20 negara yang terbukti memiliki reputasi bersih, baik di dunia nyata maupun digital. Dengan proses seketat itu, kemunculan nama BCA di samping bank besar seperti DBS Singapura atau Bank Itaú Brasil menjadi bukti nyata bahwa performa mereka memang divalidasi oleh data raksasa, bukan sekadar opini permukaan.

Inovasi Digital BCA di Level Dunia

Menarik untuk melihat bagaimana BCA bisa duduk di kursi yang sama dengan bank-bank dari Swis, negara yang selama ratusan tahun dikenal sebagai kiblat keamanan perbankan dunia. Jika kita membandingkan BCA dengan Bank BEKB atau Graubündner Kantonalbank dari Swis, keduanya memiliki fokus pada stabilitas. Namun, BCA memiliki keunggulan pada adaptasi teknologi digital yang sangat cepat namun tetap mempertahankan sentuhan manusiawi dalam layanannya.

Sementara itu, bersanding dengan Bank DBS Singapura menunjukkan bahwa bank Indonesia mampu bersaing dalam hal inovasi finansial di Asia Tenggara. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa rumus kepercayaan di Indonesia telah bergeser, bukan lagi sekadar gedung kantor pusat yang megah, melainkan seberapa tangguh aplikasi perbankan mereka saat digunakan di tanggal muda, dan seberapa aman sistem mereka dari serangan siber.

Bagi kalangan investor, masuknya BCA ke dalam daftar ini jelas menjadi sinyal yang menggembirakan. Tingkat kepercayaan investor kerap berjalan seiring dengan kinerja harga saham di bursa. Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan manajemen yang profesional dan transparan mampu mengantarkan perusahaan lokal tampil sebagai pemain global yang diperhitungkan. Kepercayaan tersebut tidak hadir begitu saja. Ia tumbuh dari konsistensi layanan, inovasi, serta sistem keamanan yang membuat nasabah merasa tenang.

Pencapaian BCA dalam Newsweek World’s Most Trustworthy Companies 2025 adalah pesan kuat bagi kita semua, bahwa standar kualitas Indonesia sanggup menembus batas internasional. Kepercayaan adalah investasi jangka panjang yang tidak akan pernah mengkhianati hasil. Dengan pengakuan ini, diharapkan bank-bank lain di Indonesia juga terpacu untuk terus meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan bagi nasabahnya.