iklan periskop
Perbankan

Bank Indonesia Catat LKM di Awal 2026 Capai Rp397,9 triliun

Bank Indonesia mencatat total insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mencapai Rp397,9 triliun hingga pekan pertama Januari 2026.

6 bulan yang lalu · 1 mnt baca
Bank Indonesia
Gedung Bank Indonesia (BI). dok. Bank Indonesia
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan hingga minggu pertama Januari 2026, total insentif Likuditas Makroprudensial (KLM) mencapai Rp397,9 triliun, yang telah disalurkan kepada beberapa perbankan.

"Penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG, dikutip Kamis (22/1).

Jumlah tersebut telah disalurkan kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp182,9 triliun, BUSN sebesar Rp174,7 triliun, BPD sebesar Rp33,1 triliun, dan KCBA sebesar Rp7,2 triliun. 

Secara sektoral, Perry menyebut bahwa insentif KLM disalurkan kepada sektor-sektor prioritas yang mencakup sektor Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi Kreatif, sektor Konstruksi, Real Estate, dan Perumahan, serta sektor UMKM, Koperasi, Inklusi, dan Berkelanjutan.

Lebih lanjut, dia menerangkan implementasi penguatan KLM yang berlaku pada 16 Desember 2025 diarahkan untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit/pembiayaan perbankan.

"Melalui peningkatan besaran insentif bagi bank yang lebih cepat menurunkan suku bunga kredit baru sejalan dengan penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia," Perry mengakhiri.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bank Indonesia (BI), Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), dan Bank dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.