‎Periskop.id- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun. 

 

Menurutnya, DKI Jakarta masih memiliki kapasitas keuangan yang besar sehingga ia mempertanyakan urgensi penerbitan surat utang tersebut sebagai sumber pembiayaan.

‎"Oh, saya belum tahu. Buat apa dia terbitin obligasi ya, Kan uangnya banyak," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Kamis (23/7). 

‎Justru Purbaya menilai kas Pemprov DKI Jakarta masih sangat memadai, sehingga obligasi tersebut bukan menjadi sumber pembiayaan baru

‎"Kan uangnya banyak. masih ada berapa triliun tuh," ungkapnya. 

‎Purbaya mengaku belum menerima pembahasan ataupun komunikasi terkait rencana penerbitan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun tersebut.

‎"Saya enggak tahu. Saya belum tahu," tambahnya. 

‎Meski begitu, ia menilai penerbitan obligasi daerah tidak akan menimbulkan risiko selama kondisi fiskal dan kredibilitas Pemprov DKI Jakarta tetap terjaga. Namun, ia kembali mempertanyakan alasan penerbitan obligasi di tengah besarnya dana yang masih dimiliki pemerintah daerah.

‎"Kalau kredibel sama DKI uangnya banyak sebenarnya nggak bahaya. Cuman jadi pertanyaan adalah dia kan uangnya nggak kepake banyak, buat apa? Tapi saya nggak tahu. Nanti saya cek dengan mereka ya," terang dia. 

‎Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan penerbitan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun dilakukan bukan karena keterbatasan anggaran, meski APBD DKI mencapai Rp81 triliun. 

‎Menurutnya, obligasi diterbitkan sebagai bagian dari creative financing untuk menciptakan pengelolaan keuangan Jakarta yang lebih sehat, transparan, dan terbuka.