Periskop.id – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menyelesaikan peremajaan tiga jalur pipa penyalur bawah laut sepanjang 21,24 kilometer pada semester I 2026. Infrastruktur baru tersebut berperan menjaga kelancaran aliran produksi sekitar 3.895 barel minyak per hari dan 6,9 juta standar kaki kubik gas per hari.

Ketiga jalur itu merupakan bagian dari program Pipeline Renew and Replacement Project atau PRRP yang dirancang untuk memperbarui infrastruktur migas lepas pantai yang telah beroperasi dalam waktu lama. Program tersebut sekaligus ditujukan untuk mengurangi risiko gangguan produksi dan dampak lingkungan akibat penurunan integritas pipa.

“Langkah proaktif melalui program PRRP secara berkelanjutan 2026 ini meminimalisir risiko gangguan operasional dan menjaga integritas fasilitas pipa penyalur bawah laut,” ujar General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8). 

Hubungkan Area Produksi Uniform, Echo, dan Bravo

Tiga jaringan yang telah selesai dikerjakan meliputi jalur UWJ-B1C yang menghubungkan aliran produksi dari area Uniform menuju Bravo, jalur EF-EA di area Echo, serta jalur BG-BC di area Bravo.

Jalur tersebut digunakan untuk membawa minyak dan gas dari sumur maupun anjungan produksi menuju fasilitas pengumpul dan pengolahan. Karena itu, gangguan pada pipa dapat berdampak langsung terhadap kelancaran produksi di wilayah kerja lepas pantai utara Jawa Barat.

“Proyek strategis bagi PHE ONWJ untuk mempertahankan produksi migas ini berhasil diselesaikan dengan aman dan tepat waktu,” tuturnya.

Jalur UWJ-B1C menjadi salah satu bagian penting dari program peremajaan. Pipa berdiameter 12 inci tersebut telah digunakan sejak 1986 dan menghubungkan sejumlah anjungan produksi di area Uniform hingga fasilitas pengumpul di Bravo. Usia fasilitas dan besarnya volume migas yang dialirkan membuat jalur itu sebelumnya ditetapkan sebagai salah satu prioritas PRRP.

Selesai 10 Hari Lebih Cepat

Pekerjaan instalasi lepas pantai berlangsung selama 169 hari sejak 31 Oktober 2025. Proyek dapat diselesaikan 10 hari lebih cepat dibandingkan jadwal awal.

Selama proses konstruksi, PHE ONWJ mencatatkan 854.765 jam kerja selamat. Pencapaian tersebut menjadi penting karena pemasangan pipa dilakukan di lingkungan lepas pantai dengan tantangan berupa kedalaman laut, cuaca, arus, mobilisasi kapal, serta kegiatan pengangkatan dan penyambungan material.

Dengan beroperasinya jaringan baru, perusahaan memastikan keandalan aliran sekitar 3.895 barel minyak per hari atau BOPD dan 6,9 juta standar kaki kubik gas per hari atau MMSCFD dari sumur-sumur terkait.

Produksi tersebut membutuhkan sistem penyaluran yang stabil agar minyak dan gas dapat diteruskan menuju fasilitas pemrosesan tanpa gangguan. Selain menekan risiko kehilangan produksi, peremajaan pipa juga membantu menjaga keselamatan operasi dan perlindungan lingkungan laut.

Total Pipa yang Diremajakan Capai 43,3 Kilometer

Proyek semester I 2026 melanjutkan peremajaan jaringan yang telah diselesaikan PHE ONWJ pada kuartal I 2025. Ketika itu, perusahaan menuntaskan tiga jalur pipa UYA-UA, UA-UWJ, serta ESA-EPRO dengan panjang total 22,06 kilometer.

Ketiga jalur tersebut kemudian beroperasi untuk menjaga aliran produksi sekitar 2.691 barel minyak per hari. Dengan tambahan 21,24 kilometer pada fase terbaru, total jaringan pipa yang telah diselesaikan melalui dua tahap PRRP sejak 2025 mencapai sekitar 43,3 kilometer.

Peremajaan dilakukan karena jaringan bawah laut menjadi penghubung utama antara anjungan produksi dan fasilitas pengumpul. PHE ONWJ sebelumnya mengibaratkan jaringan tersebut sebagai pembuluh yang membawa hidrokarbon dari sumur hingga akhirnya diolah menjadi energi.

Satu Jalur Lagi Dikerjakan Akhir 2026

Program PRRP tahun ini belum sepenuhnya berakhir. PHE ONWJ masih akan mengerjakan jalur BC-BPRO sepanjang 2,78 kilometer yang dijadwalkan masuk tahap pelaksanaan pada kuartal IV 2026.

Pada 2027, perusahaan juga merencanakan pengaktifan kembali atau reinstatement jalur BF-BK-BPRO dan FK-FC. Langkah tersebut ditujukan untuk mempertahankan keandalan jaringan seiring usia fasilitas produksi di wilayah kerja ONWJ.

“Upaya ini adalah wujud komitmen PHE ONWJ dalam menopang pencapaian ketahanan energi,” kata Muzwir.

Selain meremajakan pipa, PHE ONWJ juga mengembangkan proyek lapangan baru untuk menambah produksi. Salah satunya Lapangan OO-OX yang diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.996 barel minyak dan 21,26 juta standar kaki kubik gas per hari ketika beroperasi penuh.

Penyelesaian pipa bawah laut menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan produksi lapangan lama sekaligus menyiapkan kapasitas penyaluran untuk pengembangan berikutnya. Keberhasilannya tetap perlu diikuti inspeksi rutin, pemantauan korosi, serta respons cepat terhadap potensi gangguan agar fasilitas dapat beroperasi dengan aman dalam jangka panjang.