periskop.id - Harga emas dunia diperkirakan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan pekan ini dan berpeluang menembus level USD 4.415 per troy ounce, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat.

Pada penutupan perdagangan Sabtu pagi, harga emas dunia tercatat di US$4.338 per troy ounce. Secara teknikal, pergerakan harga emas saat ini berada dalam tren naik dengan area resisten terdekat di US$4.378 per troy ounce.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, apabila level resisten tersebut berhasil dilewati, harga emas dunia diperkirakan melanjutkan penguatan menuju US$4.415 per troy ounce dalam sepekan ke depan. Level ini sekaligus membuka peluang emas mencetak rekor harga tertinggi baru.

“Kemungkinan besar di minggu ini akan terjadi harga emas dunia itu melampaui rekor di bulan Oktober yaitu di US$4.381,” ujar Ibrahim, Senin (22/12).

Namun demikian, risiko koreksi tetap perlu diantisipasi. Harga emas dunia diperkirakan memiliki support pertama di US$4.291 per troy ounce. Jika tekanan jual berlanjut, support kedua berada di US$4.256 per troy ounce.

Dari sisi fundamental, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Data ketenagakerjaan terbaru memunculkan spekulasi bahwa The Fed berpeluang menurunkan suku bunga pada 2026, meski waktu pelaksanaannya belum dapat dipastikan.

“Kalau melihat dari data tenaga kerja kemarin, (The Fed) akan kembali menurunkan suku bunga dalam pertemuan di bulan Januari. Cuma nanti penurunannya di bulan apa saya belum tahu,” kata Ibrahim.

Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik menjadi pendorong utama pergerakan harga emas. Konflik yang masih berlangsung di Ukraina, memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Venezuela, serta dinamika di Asia Timur turut meningkatkan permintaan emas sebagai aset aman.

Ketegangan di Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Iran, dinilai menjadi faktor paling signifikan. Eskalasi konflik di kawasan tersebut memperkuat sentimen risk-off di pasar global dan mendorong aliran dana ke emas.

Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, harga emas dunia diproyeksikan melampaui rekor Oktober lalu di USD 4.381 per troy ounce, dengan potensi penguatan berlanjut selama sentimen global tetap tidak kondusif.