periskop.id - Harga emas dunia melambung tinggi dalam waktu singkat seiring meningkatnya eskalasi konflik besar antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat. Ketegangan geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah membuat investor global berbondong-bondong mencari aset aman (safe haven), salah satunya emas.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi lonjakan harga emas berpotensi terus berlanjut dan bahkan bisa terjadi secara cepat apabila situasi konflik semakin memburuk dan melibatkan lebih banyak negara.

Menurut Ibrahim, serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menunjukkan pergerakan yang sangat pesat dan berisiko perang berskala lebih luas. Ia juga menyoroti pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal dunia. Kondisi ini dinilai dapat memperkeruh stabilitas kawasan dan meningkatkan ketidakpastian global sehingga mendorong investor semakin gencar mengamankan asetnya pada emas.

Harga Emas Gejolak Melambung

Sabtu (28/2/2026), harga emas dunia di pasar spot menunjukkan penguatan signifikan. Logam mulia tersebut bergerak dari kisaran US$5.182 per troy ons dan melambung sampai  1,80 persen hingga menyentuh level US$5.278–US$5.280 per troy ons. Kenaikan ini membawa harga emas ke posisi tertinggi dalam sepekan terakhir, sekaligus mencerminkan lonjakan permintaan investor terhadap instrumen investasi yang dinilai paling stabil di tengah ketidakpastian global.

Secara mingguan, harga emas juga tercatat menguat cukup tajam hingga mencapai 3,12%. Hingga penutupan perdagangan pada Jumat (27/2/2026), harga emas dunia bertahan di level US$5.277,29 per troy ons. Angka tersebut naik sekitar 1,74% dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya, menandakan tren bullish yang masih kuat di pasar komoditas global. Kondisi ini memperlihatkan bahwa emas kembali menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai kekayaan dari gejolak ekonomi, inflasi, serta risiko konflik geopolitik.

Dampak kenaikan harga emas global turut terasa di dalam negeri. Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data resmi Logam Mulia pada Sabtu (28/2/2026), harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat mencapai Rp3.085.000 per gram.

Harga tersebut naik Rp40.000 dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level Rp3.045.000 per gram.

Lonjakan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap emas sebagai instrumen investasi yang relatif aman, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang masih belum pasti. sebagai alat lindung nilai, emas juga dianggap mampu menjaga stabilitas kekayaan dalam jangka panjang ketika pasar keuangan dan nilai tukar melambung tinggi.