periskop.id - Pemerintah menegaskan ketegangan geopolitik akibat serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela belum berdampak signifikan terhadap stabilitas sektor energi nasional.

Hingga kini, pasokan minyak mentah dan harga energi di dalam negeri tetap terkendali, meski situasi global memicu kekhawatiran di pasar energi internasional. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan ketat terhadap dinamika pasar minyak global.

"Kita akan antisipasi, tapi kondisi di negara kita saat ini stabil. Belum ada dampaknya terhadap pasokan atau harga,” ujar Laode dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (6/1).

Laode menjelaskan salah satu faktor yang membuat Indonesia relatif aman dari guncangan global adalah sumber pasokan minyak nasional yang tidak bergantung pada Venezuela.

"Pasokan minyak mentah domestik masih berasal dari wilayah lain, dengan kontrak jangka panjang yang menjaga stabilitas harga dan ketersediaan energi di pasar domestik," lanjut dia.

Dalam hal ini, Pemerintah tetap melakukan koordinasi lintas sektor untuk menjaga ketahanan energi nasional, memastikan harga BBM tetap stabil, serta menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi fluktuasi mendadak akibat ketegangan geopolitik.

Meski penangkapan Maduro memicu gejolak di pasar finansial global, Laode memastikan stabilitas energi nasional tetap terjaga. Pemerintah akan terus memantau perkembangan global untuk memastikan ketahanan energi Indonesia, sekaligus menjaga pasokan dan harga BBM tetap terkendali.

Sementara, situasi industri minyak Venezuela kini berada dalam ketidakpastian tinggi setelah penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS. Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, sekitar 303 miliar barel, namun produksi minyak mentahnya turun drastis menjadi sekitar 900 ribu hingga 1,1 juta barel per hari menjelang akhir 2025, jauh di bawah kapasitas potensialnya.

Selain itu, kapasitas kilang nasional yang mencapai 2,15 juta barel per hari hanya dimanfaatkan sekitar 15% karena masalah teknis, manajemen, dan sanksi internasional.

Kondisi ini membuat dampak geopolitik di Venezuela terhadap pasokan minyak global relatif terbatas, termasuk bagi Indonesia, yang sumber pasokannya berasal dari negara lain seperti Arab Saudi, Rusia, dan Amerika Serikat.