periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali memimpin sidang debottlenecking terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Onshore LNG Abadi Blok Masela.
Dalam sidang tersebut, Purbaya mempertanyakan kelayakan ekonomi megaproyek gas alam cair yang digarap oleh Inpex Corporation tersebut. Diketahui proyek ini tengah mangkrak selama puluhan tahun dan memiliki nilai investasi yang cukup besar.
"Jadi, pertanyaan saya adalah apakah proyek ini benar-benar visibel atau tidak dalam kalkulasi Anda sekarang?" tanya Purbaya dalam sidang Debottlenecking, Jakarta, Selasa (24/2).
Menanggapi pertanyaan tersebut, Project Director Inpex Masela, Harrad Blinco, mengakui proyek tersebut berada pada posisi yang sangat tipis secara keekonomian.
"Kami pikir ini marginal. Sangat marginal adalah jawabanku. Maaf, saya tidak bisa memberikan jawaban langsung.
Kami tidak memiliki angka langsung saat ini. Saya yakin ini akan beruntung," jelas Blinco.
Blinco menambahkan, sebagai proyek berskala besar, biaya produksi LNG Abadi diharapkan tetap kompetitif terhadap harga pasar, meskipun perhitungan detailnya belum dapat disampaikan.
"Ini adalah proyek yang besar. Jadi secara kasar, berapa pun harga pasar untuk biaya produksi, seharusnya sedikit lebih kompetitif," terang Blinco.
Sebagai informasi, Proyek Abadi Masela merupakan salah satu proyek gas terbesar yang pernah dikembangkan di Indonesia. Meski belum berproduksi, proyek ini telah berjalan lebih dari satu dekade dalam tahap perizinan dan studi kelayakan. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap Front End Engineering Design (FEED).
Dalam perjalanannya, proyek ini juga sempat mengalami perubahan kepemilikan Participating Interest (PI). Shell plc melepas hak partisipasinya yang kemudian diakuisisi oleh Pertamina dan Petronas.
Lapangan gas ini diketahui memiliki cadangan sekitar 18,54 triliun kaki kubik (TCF). Setelah beroperasi penuh, kapasitas produksinya diproyeksikan mencapai 9,5 juta ton per tahun (MTPA) LNG, 150 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa, serta sekitar 35.000 barel per hari (BOPD) kondensat.
Tinggalkan Komentar
Komentar