periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lambannya realisasi proyek gas abadi Blok Masela di Laut Arafura, Maluku Utara, yang hingga kini belum juga berjalan meski telah digagas sejak puluhan tahun lalu.
"Ini sudah puluhan tahun kelihatannya, saya sudah dengar saja sudah tujuh tahun yang lalu sampai sekarang belum jadi-jadi. Jadi kita ingin tahu apa masalahnya dan akan kita coba pecahkan secepatnya," kata Purbaya dalam sidang Debottlenecking, Jakarta, Selasa (24/2).
Menurutnya, salah satu kendala utama selama ini adalah proses perizinan yang berjalan lambat. Ia mengungkapkan sejumlah izin penting, termasuk terkait lingkungan hidup, baru terbit pada Januari–Februari tahun ini.
"Tadi sebetulnya izin-izin tadi baru keluar kan Januari, Februari yang lingkungan hidup dan lain-lain kan. Itu sebetulnya dipercepat karena mereka tahu mau dibawa ke sini (sidang Debottlenecking). Jadi mereka percepat semua," jelas Purbaya.
Untuk memastikan percepatan berjalan efektif, Purbaya menyatakan akan membentuk tim khusus yang menjadi pusat koordinasi penyelesaian hambatan proyek. Tim tersebut akan menjadi tempat pelaporan rutin bagi pengembang proyek agar setiap kendala dapat segera ditangani.
"Saya bilang ke mereka, ya udah kita set up satu tim di sini, di mana mereka bisa lapor ke situ secara reguler, kapanpun. Nanti kita beresin di sini," ungkapnya.
Ia menegaskan proyek Masela akan diperlakukan sebagai investasi prioritas dengan mekanisme penyelesaian hambatan secara terintegrasi. Jika terdapat kendala perizinan investasi, pihaknya akan langsung memanggil Kementerian Investasi.
Jika terkait perdagangan atau impor, akan dikoordinasikan dengan Kementerian Perdagangan. Begitu pula jika menyangkut sektor perindustrian.
"Jadi saya akan perlakukan mereka sebagai investor spesial, di mana kalau ada hambatan datanya ke sini, diberesinya di sini. Ini kan perwakilan pemerintah semua ya," tambah dia.
Terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Purbaya menyebut dokumen utama telah rampung, meski masih ada tahapan lanjutan yang perlu dipastikan progresnya. Ia memperkirakan penyelesaian Amdal secara keseluruhan telah mencapai sekitar 90%.
"Harusnya sih udah 90 persen selesailah. Yang jelas ketika dimonitor bisa mereka bisa lakukan dengan cepat. Sehingga ini bisa cepat di-groundbreaking betulan," tutup Purbaya.
Tinggalkan Komentar
Komentar