periskop.id - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp110,7 miliar atau Rp30 per saham dari laba Tahun Buku 2025. Keputusan itu menjadikan total dividen yang dikucurkan perusahaan sepanjang tahun mencapai Rp184,6 miliar atau Rp50 per saham.

Angka tersebut mencakup dividen interim senilai Rp73,8 miliar atau Rp20 per saham yang telah dibagikan pada kuartal ketiga 2025. Nilai total dividen setara 44% dari laba bersih ASSA yang tercatat Rp417,7 miliar.

Advertisement

"Pembagian dividen yang merupakan 44% dari laba bersih tahun 2025 yang sebesar Rp417,7 miliar ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 17 Juni 2026 di Jakarta," ujar Direktur Utama ASSA Prodjo Sunarjanto dalam RUPST di Jakarta, Rabu (17/6).

Kinerja keuangan ASSA sendiri tumbuh solid sepanjang 2025. Pendapatan perusahaan naik 11% secara tahunan, menembus Rp1,5 triliun.

Pertumbuhan itu terutama ditopang segmen logistik yang melonjak 21% secara year-on-year. Segmen ini kini menyumbang sekitar 45% dari total pendapatan perseroan.

Memasuki 2026, Prodjo menyebutkan ASSA akan terus mempertebal lini logistiknya dengan mengandalkan teknologi terkini. Salah satu wujudnya adalah penerapan robotic sorting oleh Anteraja, yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

"Di ASSA Logistik, teknologi bukan suatu tambahan, tetapi merupakan urat nadi pertumbuhan bisnis dan layanan-layanan bagi para pengguna untuk memberikan solusi bagi masalah logistik mereka secara end-to-end, mulai dari first mile hingga last mile," katanya.

Selain robotic sorting, ASSA juga mengoperasikan Warehouse Management System di layanan Titipaja. Platform itu merupakan layanan fulfillment dan enabler e-commerce yang dirancang untuk mendukung operasional bisnis pelanggan secara menyeluruh.

Penggunaan Transportation Management System (TMS) di seluruh lini layanan juga menjadi bagian dari strategi efisiensi operasional perseroan. Prodjo menegaskan sistem itu berperan sentral dalam transformasi digital ASSA.

"Integrasi sistem berbasis teknologi mendukung visibilitas end-to-end pada rantai pasok, dan TMS menjadi bagian penting dari transformasi digital ASSA sehingga proses distribusi dapat berjalan lebih produktif, terintegrasi, dan optimal," pungkas Prodjo.