banner-sheroes-yoga
Energi

Bahlil: 11 Ribu Desa di Indonesia Belum Teraliri Listrik

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebut 11 ribu desa di Indonesia masih gelap gulita. Sebanyak 1.400 desa segera diresmikan Presiden Prabowo.

blackout sumatra
Ilustrasi - Pedagang menyiapkan minuman untuk pembeli saat pemadaman listrik di Nagari Kasang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (23/5/2026). Pemadaman listrik massal masih terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Barat dengan waktu yang bergiliran di masing-masing daerah. ANTARA FOTO/Fitra Yogi
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia masih memiliki sekitar 11 ribu desa yang belum teraliri listrik. Dari jumlah itu, sekitar 1.400 desa sudah rampung dialiri listrik lewat Program Listrik Desa (Lisdes) 2025 dan akan segera diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menjelaskan, desa-desa yang bakal diresmikan Kepala Negara tersebut merupakan bagian dari Program Lisdes 2025 yang seluruh pekerjaannya sudah tuntas. Ia menyebutkan peresmian itu dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

"Kita tahu bahwa dari total desa yang belum ada listrik itu ada kurang lebih sekitar 11 ribu. Di tahun 2025 programnya sudah selesai sekitar 1.400 (desa) lebih, yang ini akan dilakukan peresmian oleh Bapak Presiden (Prabowo) nanti dalam waktu dekat sebelum tanggal 14 Agustus," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7).

Program Lisdes sendiri merupakan program pemerintah untuk mempercepat pemerataan akses listrik di berbagai wilayah yang selama ini belum menikmati layanan kelistrikan. Karena seluruh pekerjaan desa yang akan diresmikan sudah selesai, pembahasan dalam rapat bersama Prabowo tak lagi menyinggung soal pendanaan.

Rapat tersebut, menurut Bahlil, lebih membahas kesiapan seremoni peresmian dan kelanjutan program berikutnya.

"Mengenai anggaran listrik desa yang kita mau lakukan ini adalah program 2025. Sudah selesai pekerjaannya. Jadi enggak lagi kita bicara anggaran karena sudah mau diresmikan," ujarnya.

Bahlil menambahkan, pemerintah juga sudah menyiapkan anggaran untuk melanjutkan Program Lisdes pada 2026 dan 2027. Fokus pemerintah saat ini, kata dia, adalah memastikan implementasi program berjalan sesuai rencana, bukan lagi soal ketersediaan dana.

"Namun 2026, 2027 itu anggarannya juga sudah ada. Jadi tidak ada isu menyangkut anggaran, sekarang tinggal implementasi. Saya ulangi, yang saya laporkan tadi yang akan diresmikan itu adalah program 2025 yang udah selesai," ujar Bahlil.

Bahlil menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia sudah teraliri listrik pada 2029, sesuai arahan Presiden Prabowo.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR pada Juni lalu, ia sempat menyebutkan masih ada lebih dari 10 ribu desa dan dusun yang belum menikmati akses listrik, terutama di Sulawesi, Maluku, dan Papua. Untuk mengejar target tersebut, Kementerian ESDM mengusulkan anggaran sekitar Rp9,75 triliun pada 2027 guna pengembangan infrastruktur listrik desa.

Anggaran itu ditujukan untuk memperluas jaringan listrik ke wilayah-wilayah yang hingga kini belum terjangkau layanan kelistrikan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bahlil Lahadalia, Program Listrik Desa, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.