Iklan
Energi

Stok BBM Nasional Aman, Bahlil Sebut Cadangan 18-21 Hari

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tak naik hingga akhir 2026, sementara harga non subsidi tetap mengikuti pergerakan ICP dunia.

SPBU, Pertamina, Premium, Pertamax, Pertalite, Pertamax Green, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, Bensin, BBM
Sejumlah kendaraan mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak di SPBU kawasan Palmerah, Jakarta, Selasa (31/3/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah pergerakan harga minyak dunia yang berpotensi memengaruhi harga BBM di dalam negeri.

Berbeda dengan BBM subsidi, ia menjelaskan bahwa harga BBM non subsidi tetap mengikuti mekanisme pasar global. Kenaikan atau penurunan Indonesian Crude Price (ICP) akan langsung berdampak pada penyesuaian harga di lapangan.

"Kalau harga minyak non-subsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi," kata Bahlil usai acara MKI Electricity Connect 2026, Rabu (23/9).

Meski demikian, Menteri ESDM itu menegaskan komitmen pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil sampai penghujung tahun. Ketersediaan stok BBM nasional, menurutnya, juga menjadi perhatian utama pemerintah saat ini.

Kondisi ini muncul bersamaan dengan klarifikasi dari PT Pertamina Patra Niaga soal isu kenaikan harga BBM non subsidi yang sempat beredar di media sosial. Perusahaan menegaskan tidak ada perubahan harga di SPBU Pertamina per 21 September 2026.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan, harga BBM non subsidi yang berlaku saat ini masih mengacu pada ketetapan sebelumnya. Ia menegaskan kabar penyesuaian harga pada tanggal tersebut tidak benar.

"Kami memastikan bahwa per 21 September 2026 tidak terdapat perubahan harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina. Informasi mengenai adanya penyesuaian harga pada tanggal tersebut tidak benar," ujar Kitty dalam siaran pers, Senin (21/9).

Kitty juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Pertamina Patra Niaga, kata dia, akan terus menyampaikan informasi harga BBM lewat kanal komunikasi resmi perusahaan.

Berdasarkan data per 23 September 2026, harga BBM Pertamina di DKI Jakarta tercatat sebagai berikut. Pertalite dibanderol Rp10.000 per liter, sedangkan Solar bersubsidi berada di angka Rp6.800 per liter.

Untuk varian non subsidi, Pertamax RON 92 dipatok Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 seharga Rp19.150 per liter, dan Pertamax Turbo RON 98 mencapai Rp19.600 per liter. Sementara itu, Dexlite dijual Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex berada di level Rp25.200 per liter.

Soal ketahanan pasokan, Bahlil menyebutkan bahwa pemerintah kini fokus menjaga cadangan BBM nasional pada level aman. Ia menyebut standar minimal cadangan tersebut menjadi prioritas di tengah dinamika harga minyak dunia.

"Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal, 18 sampai dengan 21 hari," ujarnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bahlil Lahadalia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan BBM dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.