periskop.id - Assalamualaikum, Sobat Halalive.
Jam 4 sore sampai jam 6 maghrib itu dikenal sebagai Golden Hour-nya anak muda pas bulan puasa. Istilah kerennya: Ngabuburit.
Biasanya sih, agendanya mulia. Nyari takjil, jalan-jalan sore, atau sekadar duduk manis di kafe nunggu bedug. Tapi, realitanya sering kali plot twist. Dari yang awalnya cuma ngomongin menu buka puasa, lama-lama topik bergeser ke arah yang lebih "pedas".
"Eh, lo liat story-nya si X nggak? Katanya putus, tapi kok masih galau-galau gitu ya?" "Ssst, gue denger dia emang problematik dari dulu..."
Dan... Boom! Tanpa sadar, majelis ngabuburit berubah jadi majelis ghibah. Lidah rasanya gatel kalau nggak update info terkini soal aib orang lain. Padahal perut lagi laper, tenggorokan kering, tapi semangat buat "ngunyah" daging saudara sendiri malah makin membara.
Pertanyaannya: Kalau kita kelepasan gosip pas lagi puasa, batal nggak sih puasanya?
Sayang banget kan kalau udah nahan laper dari Imsak, eh perjuangannya sia-sia cuma gara-gara obrolan 15 menit sebelum Maghrib. Yuk, kita bedah hukumnya biar puasa kita nggak cuma dapet capek doang.
Secara Fiqih: Batal atau Nggak?
Kalau kita bicara soal hukum fiqih dasar (sah atau tidak sah), jawabannya: TIDAK BATAL.
Mayoritas ulama (Jumhur), termasuk Mazhab Syafi'i, sepakat bahwa ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dan berdusta itu dosa besar, tapi tidak membatalkan puasa secara fisik.
Kenapa? Karena definisi puasa secara syariat adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan (seperti makan, minum, dan hubungan suami istri) dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Mulut yang ngomongin orang itu tidak memasukkan sesuatu ke dalam rongga tubuh (jauf), jadi secara teknis puasanya tetap jalan. Kamu nggak perlu qadha (mengganti) puasa di hari lain gara-gara gosip.
Tapi... Ada "Tapi"-nya yang Ngeri!
Jangan seneng dulu, Sobat Halalive. Meski puasanya sah dan gugur kewajibannya, ada ancaman yang jauh lebih ngeri.
Para ulama menyebut fenomena ini sebagai "Pembatal Pahala" (Muhbithat). Puasanya dianggap sah di mata manusia (nggak perlu bayar utang puasa), tapi di mata Allah nilainya NOL BESAR.
Bayangin kamu kerja keras seharian di kantor, tapi pas gajian amplopnya kosong. Sakit nggak? Nah, itu rasanya puasa tapi ghibah.
Rasulullah SAW memberikan peringatan keras banget soal ini. Beliau bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
(Latin: Man lam yada' qaulaz zuuri wal 'amala bihi falaisa lillahi haajatun fii an yada'a tha'aamahu wa syaraabahu)
Artinya: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta (termasuk ghibah) dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya (menahan lapar dan haus)." (HR. Bukhari)
Hadits ini jleb banget. Allah seolah bilang: "Buat apa kamu laper-laperan kalau mulutmu masih kotor? Aku nggak butuh itu."
Ada juga hadits lain yang menggambarkan nasib orang-orang yang puasanya bocor halus ini:
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ
(Latin: Rubba shoo-imin laisa lahu min shiyaamihi illal juu')
Artinya: "Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar." (HR. Ibnu Majah)
Jadi, statusnya cuma "Lapar doang, Pahala zonk". Serem kan?
Ghibah Itu Apa Sih? Perasaan Cuma Ngomong Fakta?
Banyak dari kita yang ngeles, "Lho, aku kan ngomong fakta! Emang dia begitu orangnya, bukan ngarang cerita."
Justru itu, Sobat Halalive! Definisi ghibah itu adalah menceritakan keburukan orang lain yang BENAR adanya. Kalau yang kamu omongin itu nggak bener, namanya FITNAH (dusta), dan itu dosanya double kill.
Rasulullah SAW pernah nanya ke sahabat, "Tahukah kalian apa itu ghibah?" Sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Nabi bersabda:
ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ
(Latin: Dzikruka akhaaka bimaa yakrah)
Artinya: "Engkau menyebutkan sesuatu tentang saudaramu yang ia benci (jika ia mendengarnya)." (HR. Muslim)
Jadi ukurannya simpel: Kalau orang yang kamu omongin itu ada di situ dan dia bakal tersinggung atau marah denger omongan kamu, berarti itu Ghibah. Titik. Mau itu fakta, mau itu opini, kalau dia nggak suka, stop!
Tips Ngabuburit Anti Ghibah
Biar pahala puasa kita utuh 100% sampai adzan Maghrib, coba deh terapkan tips ini pas lagi ngumpul sama temen:
- Ganti Topik atau Silent Mode
Kalau temen mulai mancing "Eh, tau nggak...", langsung potong dengan halus. "Eh, sori nih, takjil di sana kayaknya enak deh, antre yuk!" Atau bahas topik netral kayak hobi, gadget, atau rencana lebaran. - Ingat Konsep "Transfer Pahala"
Ulama bilang, orang yang nge-ghibah itu sama aja lagi transfer pahala puasanya ke orang yang diomongin. Rela kamu capek-capek puasa, pahalanya dikirim gratis ke musuh kamu? Mending buat diri sendiri lah! - Sibukkan Mulut dengan Dzikir (Meski dalam Hati)
Pas lagi bengong nunggu pesanan, daripada scroll akun gosip, mending dzikir ringan. Lumayan nambah poin. - Selektif Milih Circle Ngabuburit
Kalau temen-temen kamu emang hobi banget nyinyir, mungkin bulan puasa ini saatnya kamu agak jaga jarak dulu pas jam-jam rawan. Cari temen yang bisa diajak ngomongin hal positif atau yang sama-sama mau jaga lisan.
Puasa itu bukan cuma "Diet Syariah" yang nahan makan doang. Puasa itu paket lengkap: nahan perut, nahan mata, dan yang paling susah, nahan lisan.
Ngabuburit boleh banget, sosialisasi itu penting. Tapi jangan sampai momen nunggu buka malah jadi ajang pembatal pahala. Sayang banget kan, tinggal dikit lagi garis finis (Maghrib), eh malah kepeleset lidah.
Yuk, jadi Sobat Halalive yang cerdas. Puasanya dapet, pahalanya dapet, silaturahminya juga dapet.
Selamat menunggu berbuka dengan hati dan lisan yang bersih!
Sumber Rujukan
- Hadits tentang Allah tidak butuh puasa pendusta (Sahih Bukhari): https://sunnah.com/bukhari:1903
- Hadits definisi Ghibah (Sahih Muslim): https://sunnah.com/muslim:2589
- Hadits tentang puasa tapi cuma dapat lapar (Ibnu Majah): https://sunnah.com/ibnumajah:1690
Tinggalkan Komentar
Komentar