periskop.id - Gaya hidup serba praktis dan maraknya layanan pesan antar makanan membuat peran dapur di kalangan Gen Z kian terpinggirkan, sebuah fenomena yang menurut Ketua TP PKK DKI Jakarta periode 2017–2022 Fery Farhati, perlu diubah dengan memaknai kembali dapur sebagai ruang perekat emosional keluarga.

“Dapur lebih dari sekadar tempat memasak. Ia adalah ruang untuk melestarikan nilai, tradisi, dan cerita keluarga. Momentum Hari Ibu menjadi pengingat akan peran penting keluarga, khususnya ibu, dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai tersebut,” ujar Fery dalam agenda Kampanye #KembaliKeDapur di Jakarta Selatan, Sabtu (20/12).

Istri mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyoroti pergeseran fungsi dapur yang cukup drastis. Ruang yang dulunya menjadi pusat kehangatan dan interaksi, kini perlahan berubah hanya menjadi area fungsional yang sepi aktivitas.

Kemudahan teknologi membuat generasi muda lebih memilih kepraktisan instan. Akibatnya, momen kebersamaan yang biasanya terbangun saat menyiapkan hidangan mulai hilang tergerus zaman.

Fery mengajak generasi muda untuk tidak melupakan esensi dapur. Di sanalah nilai-nilai kehidupan sering kali ditanamkan lintas generasi, membangun ikatan batin yang tak bisa digantikan oleh aplikasi food delivery.

Peringatan Hari Ibu pada 22 Desember mendatang dinilai sebagai momentum refleksi yang tepat. Masakan ibu dan aktivitas di dapur memiliki kontribusi besar dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan identitas sebuah keluarga.

“Generasi muda diajak kembali memahami dan menghargai makna dapur dalam kehidupan keluarga,” tambahnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Anne Mutiara, pendiri Seroja Bake. Ia melihat tantangan tersendiri dalam membuat kuliner tradisional dan aktivitas dapur tetap relevan bagi anak muda hari ini.

Menurut Anne, kuncinya terletak pada inovasi dan kekuatan storytelling. Dengan narasi yang tepat, dapur bisa kembali menjadi tempat yang menarik bagi Gen Z untuk merawat akar budayanya.

"Dapur, bagi Gen Z, diharapkan kembali dilihat sebagai ruang makna tempat nilai keluarga dirawat, tradisi dijaga, dan identitas budaya terus hidup di tengah perubahan zaman," tutur Anne.

Melalui kampanye ini, dapur diharapkan kembali berfungsi sebagai jantung rumah tangga. Bukan lagi sekadar ruang fisik yang ditinggalkan, melainkan pusat interaksi yang menghidupkan suasana rumah.