periskop.id - Sering dianggap sulit dimengerti, pola pikir Gen Z dalam memilih pekerjaan ternyata punya kedalaman tersendiri. Hal ini terpotret jelas dalam survei terbaru Jakpat berjudul Understanding Gen Z: Preference in the Workplace. Melibatkan 295 responden pada periode 9–12 Februari 2024, survei ini membuktikan bahwa meski gaji (86%) tetap jadi pertimbangan, Gen Z punya motivasi yang lebih dari sekadar uang. Mereka mencari ruang untuk bertumbuh dan menemukan makna. Mari kita bedah mengapa pengalaman kerja, pengembangan diri, hingga sisi emosional kini menjadi prioritas utama bagi talenta muda ini.
Memahami Pola Pikir Gen Z dalam Memilih Pekerjaan
Bagi banyak perusahaan, gaji masih dianggap sebagai faktor utama yang menarik minat pencari kerja. Namun, cara pandang ini tidak sepenuhnya relevan bagi Gen Z. Data menunjukkan bahwa meski 86% Gen Z bekerja untuk mendapatkan penghasilan, mereka juga digerakkan oleh motivasi lain yang tak kalah penting.
Sebagian besar Gen Z ingin mengumpulkan pengalaman kerja (78%) sebagai bekal masa depan. Mereka juga menaruh perhatian besar pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan (61%), serta memperluas jejaring profesional (52%). Tak sedikit pula yang bekerja demi kepuasan pribadi (44%), merasa bangga bisa mandiri dan berkembang.
Motivasi ini bahkan menyentuh sisi emosional. Sebanyak 43% ingin membanggakan keluarga, sementara 31% melihat pekerjaan sebagai sarana aktualisasi diri. Artinya, pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga ruang untuk bertumbuh dan menemukan makna.
Lingkungan Kerja Nyaman, Kunci Menahan Gen Z
Terdapat satu fakta penting yang perlu diketahui, sebesar 31% Gen Z tercatat sudah berpindah perusahaan setidaknya satu kali. Angka ini kerap dilabeli sebagai tanda ketidaksetiaan. Padahal, bagi Gen Z, berpindah kerja justru mencerminkan ketegasan dalam mencari lingkungan kerja yang sehat dan manusiawi.
Bagi generasi ini, loyalitas tidak dibangun semata-mata lewat kontrak atau masa kerja panjang, melainkan dari kualitas hubungan di tempat kerja. Riset menunjukkan, alasan utama Gen Z bertahan di sebuah perusahaan adalah lingkungan kerja yang nyaman (59%).
Kenyamanan yang mereka maksud bukan sekadar fasilitas, melainkan budaya kerja yang inklusif, di mana setiap pendapat didengar tanpa dibatasi usia atau senioritas. Gen Z menginginkan pemimpin yang adil (87%) dan terbuka terhadap masukan (70%). Mereka ingin merasa suaranya berarti dan kontribusinya berdampak nyata bagi organisasi.
Ketika perusahaan mampu menciptakan ekosistem kerja yang suportif, transparan, dan saling menghargai, keinginan Gen Z untuk mencari peluang di tempat lain akan menurun dengan sendirinya. Loyalitas mereka tumbuh bukan karena terpaksa bertahan, tetapi karena merasa dihargai sebagai individu, bukan sekadar alat untuk mencapai target perusahaan.
Tiga Pilar Perusahaan Ideal Menurut Gen Z
Bagi Gen Z, status perusahaan ternama tak lagi menjadi jaminan loyalitas. Tanpa lingkungan kerja yang sehat dan manusiawi, mereka tak ragu untuk pergi. Data menunjukkan, perusahaan ideal di mata Gen Z bertumpu pada tiga hal utama, yaitu keamanan emosional, peluang bertumbuh, dan kepemimpinan yang suportif.
Pertama, lingkungan kerja yang aman dan tidak toxic menjadi prioritas. Sebanyak 68% Gen Z menginginkan ekosistem kerja yang suportif, sementara 59% menilai kepedulian perusahaan terhadap kesehatan mental sebagai faktor krusial.
Kedua, pemimpin yang berperan sebagai mentor jauh lebih penting dibanding fasilitas mewah. Data menunjukkan 60% Gen Z lebih memilih atasan yang adil dan membantu mereka berkembang, serta 51% menghargai perusahaan yang memberi apresiasi atas kontribusi, sekecil apa pun.
Ketiga, kesempatan untuk tumbuh. Sebanyak 59% menilai jalur karier yang jelas sebagai kebutuhan utama, didukung prosedur kerja yang transparan (58%) dan fasilitas pembelajaran (46%).
Mempertahankan talenta muda tidak cukup dengan mengejar target dan output. Perusahaan perlu menjadi ruang yang memanusiakan karyawan. Ketika kepemimpinan bersifat membimbing dan lingkungan kerja menjaga kesehatan mental, loyalitas Gen Z akan tumbuh secara alami.
Tinggalkan Komentar
Komentar