periskop.id - Met Gala 2026 kembali menjadi salah satu acara paling dinanti di dunia fashion global. Digelar pada 4 Mei 2026 di Metropolitan Museum of Art, New York, acara ini tidak hanya menjadi panggung busana spektakuler, tetapi juga ajang penggalangan dana untuk Costume Institute. Namun, tahun ini terasa berbeda, bukan hanya soal tema dan tamu, melainkan juga kontroversi besar yang menyertainya.

Tema Met Gala 2026 adalah “Costume Art” dengan dress code “Fashion Is Art”. Tema ini menyoroti hubungan antara busana, tubuh, dan karya seni, bahkan menghadirkan sekitar 200 karya seni yang dipadukan dengan fashion dalam pameran resmi.

Konsep ini dianggap ambisius karena mencoba mengangkat fashion sebagai bagian dari seni tinggi, bukan sekadar industri hiburan.

Daftar Tamu Met Gala 2026: Deretan Selebriti Dunia

Met Gala dikenal dengan daftar tamu eksklusif yang biasanya hanya berjumlah sekitar 600–700 orang setiap tahunnya.

Tahun 2026 menghadirkan banyak nama besar dari berbagai industri. Beberapa selebriti yang dikonfirmasi atau dirumorkan hadir antara lain:

  • Beyoncé (juga sebagai co-chair)
  • Nicole Kidman
  • Venus Williams
  • Rihanna
  • Kim Kardashian
  • Zendaya (meski akhirnya dikabarkan absen)
  • Timothée Chalamet
  • Billie Eilish
  • Doja Cat
  • Sabrina Carpenter
  • Priyanka Chopra
  • Gigi Hadid
  • Kendall & Kylie Jenner

Selain itu, sejumlah figur internasional seperti Karan Johar dan Deepika Padukone juga diprediksi turut meramaikan acara, menandakan semakin globalnya pengaruh Met Gala.

Kehadiran para selebriti ini menjadikan Met Gala bukan sekadar acara fashion, tetapi juga panggung budaya pop dunia.

Jeff Bezos dan Perannya di Met Gala 2026

Salah satu hal paling mencolok tahun ini adalah keterlibatan miliarder Amazon, Jeff Bezos. Bersama istrinya, Lauren Sánchez, Bezos menjadi sponsor utama sekaligus honorary chair Met Gala 2026.

Keterlibatan Bezos menandai semakin kuatnya pengaruh dunia teknologi dan korporasi dalam industri fashion. Bahkan, dukungan finansialnya disebut mencapai jutaan dolar, yang membantu menopang biaya besar acara ini.

Namun, kehadiran Bezos juga memicu perdebatan luas. Apakah Met Gala masih murni tentang fashion, atau sudah bergeser menjadi ajang kekuatan kapital dan elite global?

Kontroversi Met Gala 2026: Boikot dan Kritik Tajam

Met Gala 2026 menjadi salah satu edisi paling kontroversial dalam beberapa tahun terakhir. Kritik utama berpusat pada keterlibatan Jeff Bezos sebagai sponsor utama.

Beberapa poin kontroversi yang mencuat:

1. Seruan Boikot Selebriti
Sejumlah selebriti besar seperti Zendaya dan Meryl Streep dilaporkan memilih tidak hadir. Keputusan ini dianggap sebagai bentuk protes terhadap dominasi miliarder dalam acara budaya.

2. Kritik terhadap “Komersialisasi” Fashion
Banyak pihak menilai Met Gala semakin “transaksional”, di mana kehadiran ditentukan oleh kekuatan finansial, bukan kontribusi terhadap fashion.

3. Isu Politik dan Sosial
Keterkaitan Bezos dengan isu ketenagakerjaan dan politik memicu demonstrasi serta kritik publik. Bahkan, Wali Kota New York memilih absen sebagai bentuk sikap politik.

4. Pergeseran Makna Met Gala
Sebagian kritikus menyebut Met Gala kini lebih condong ke “panggung kekuasaan” dibanding perayaan kreativitas fashion.

Kontroversi ini menunjukkan bahwa Met Gala tidak lagi sekadar acara glamor, tetapi juga refleksi dinamika sosial dan ekonomi global.

Met Gala 2026: Antara Seni, Mode, dan Kekuasaan

Di satu sisi, Met Gala 2026 tetap mempertahankan statusnya sebagai ajang fashion paling prestisius di dunia. Tema “Costume Art” membuka ruang eksplorasi kreatif yang luas bagi para desainer dan selebriti.

Namun di sisi lain, keterlibatan tokoh seperti Jeff Bezos memperlihatkan bagaimana industri fashion kini semakin terhubung dengan kekuatan ekonomi besar. Perdebatan ini justru membuat Met Gala semakin relevan bukan hanya sebagai acara mode, tetapi juga sebagai cerminan zaman.