Periskop.id - Survei Nasional Muda Bicara ID kembali merilis data terbaru yang memotret tingkat kepuasan generasi muda terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto pada Kuartal I 2026. Riset ini dilaksanakan sepanjang periode 1 hingga 30 Maret 2026 dengan melibatkan total 800 responden. 

Penelitian ini dirancang secara mendalam untuk memetakan opini, persepsi, dan pandangan anak muda terhadap jalannya pemerintahan, arah kebijakan, kondisi keuangan, hingga isu kesehatan mental.

Perbandingan Kepuasan Antar Generasi dan Sektor Pekerjaan

Berdasarkan klasifikasi kelompok generasi, ditemukan perbedaan signifikan antara kelompok milenial dan Gen Z. 

Tingkat kepuasan di kalangan milenial tercatat lebih tinggi, yakni mencapai 63,7% responden yang menyatakan puas, sementara 36,3% sisanya menyatakan tidak puas. Adapun di kelompok Gen Z, angka kepuasan menyentuh 53,6% dengan tingkat ketidakpuasan sebesar 46,4%.

Jika ditinjau dari latar belakang pekerjaan, kelompok buruh, tani, atau nelayan menjadi kategori dengan tingkat kepuasan tertinggi mencapai 70%. 

Posisi selanjutnya diikuti oleh wiraswasta atau pelaku bisnis sebesar 69,14%, pekerja swasta 61,11%, kelompok yang belum bekerja atau lulusan baru (fresh graduate) 60,43%, serta ASN dan pegawai pemerintahan di angka 59,41%.

Namun, tren yang berbeda ditemukan pada kelompok pelajar atau mahasiswa. Kelompok ini menjadi satu satunya kategori pekerjaan yang menunjukkan tingkat ketidakpuasan lebih dominan dibandingkan kepuasan. 

Sebanyak 53,7% pelajar dan mahasiswa menyatakan tidak puas, sedangkan 46,3% menyatakan puas. Temuan ini mengindikasikan adanya jarak persepsi antara kelompok muda yang sudah terlibat aktif dalam aktivitas ekonomi dengan mereka yang masih menempuh jenjang pendidikan.

Sektor Unggulan dan Kritik Terhadap Kinerja Pemerintah

Hasil survei menunjukkan sektor pendidikan menjadi bidang yang paling diapresiasi oleh generasi muda dengan tingkat kepuasan mencapai 64,13%. 

Sektor lain yang turut mendapatkan penilaian positif adalah transformasi digital, mencakup infrastruktur internet dan literasi digital, dengan kepuasan sebesar 60,02%. 

Sektor pertahanan nasional menyusul di angka 59,94%, diikuti bidang pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif sebesar 57,5%.

Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi tantangan besar pada sejumlah bidang yang mencatatkan tingkat ketidakpuasan tinggi. Ketenagakerjaan dan lapangan kerja menjadi sektor dengan tingkat ketidakpuasan tertinggi, yakni sebesar 53,6%.

Bidang penegakan hukum dan keadilan juga dikritik oleh 53,42% responden, serta hubungan diplomatik dan peranan Indonesia di dunia internasional yang mencatat ketidakpuasan sebesar 51,04%. Hal ini menandakan bahwa isu pekerjaan, supremasi hukum, dan posisi global Indonesia tetap menjadi perhatian utama kaum muda.

Dinamika Politik Menuju 2029

Mengenai prospek Pemilu 2029, mayoritas anak muda belum memberikan dukungan yang solid jika Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk maju kembali. 

Tercatat 35,6% responden menyatakan akan kembali memilih, 41,2% menjawab tidak akan memilih, dan 23,2% menyatakan masih ragu.

Bahkan, dalam skenario di mana Presiden ke-7 RI Joko Widodo memberikan dukungan resmi dalam satu barisan koalisi, dukungan anak muda tetap tidak menunjukkan dominasi. Dukungan dalam skenario ini berada di angka 30,9%, sementara 39,8% menyatakan tidak setuju, dan 29,3% ragu. 

Temuan ini mengisyaratkan bahwa dukungan dari figur besar seperti Joko Widodo tidak secara otomatis menjadi nilai tambah di mata anak muda. Sebagian responden justru cenderung bersikap lebih kritis dan berhati-hati saat melihat dua kekuatan politik besar bersatu dalam satu koalisi.