periskop.id - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo mengungkapkan tim penindakan telah mengangkut lima orang hasil operasi senyap di wilayah Lampung Tengah, termasuk Bupati Ardito Wijaya, ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan maraton.
“Tim mengamankan sejumlah 5 orang di wilayah Lampung, untuk kemudian dibawa ke Jakarta,” kata Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/12) malam.
Operasi penindakan ini merupakan puncak dari rangkaian pengumpulan informasi. Budi menjelaskan tim penyidik telah bergerak meminta keterangan sejumlah pihak di Jakarta dan Lampung sejak Selasa (9/12).
Eksekusi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Lampung Tengah baru dilakukan pada Rabu (10/12).
Penyidik kini fokus menggali keterangan mendalam dari para pihak yang terjaring. Langkah ini sangat menentukan status hukum mereka dalam batas waktu 1x24 jam sesuai prosedur.
“Saat ini tim masih melakukan pemeriksaan intensif kepada para pihak yang diamankan tersebut, salah satunya Bupati Lampung Tengah,” ujar Budi.
KPK meminta publik bersabar menunggu detail lengkap kasus ini. Lembaga antirasuah berjanji membeberkan modus operandi hingga barang bukti secara transparan.
“Kronologi dan konstruksi perkara secara lengkap akan kami sampaikan dalam konferensi pers, besok pada Kamis (11/12),” ucapnya.
Terkait kedatangan para pihak yang diamankan, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya terpantau telah tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 20.15 WIB.
Penampilan kepala daerah ini cukup menyita perhatian. Ia mengenakan jaket loreng abu-abu dipadu topi putih, sembari menenteng sebuah pouch hitam dan menarik koper biru.
Meski dalam pengawalan ketat, Ardito sempat menyapa awak media dengan singkat.
“Malam,” sapa Ardito.
Ia juga menepis spekulasi yang menyebut dirinya sempat melarikan diri atau bersembunyi saat operasi berlangsung.
“Di rumah aja,” jawabnya singkat saat ditanya lokasi keberadaannya sebelum ditangkap.
Usai memberikan respons singkat tersebut, Ardito langsung digiring petugas menuju lantai dua gedung KPK. Ia segera menjalani pemeriksaan intensif sebelum nasib hukumnya diputuskan esok hari.
Tinggalkan Komentar
Komentar