periskop.id - Majelis hakim Andi Saputra mempertanyakan soal jawaban saksi yang terkesan sama dalam kasus dugaan korupsi Chromebook.
Awalnya, Andi membacakan soal berita acara pemeriksaan (BAP) eks Dirjen PAUDasmen Kemendikbudristek Hamid Muhammad. Dalam BAP itu, Andi mengonfirmasi soal kedudukan orang dekat Nadiem Makarim seperti Jurist Tan hingga sub tim staf khusus menteri (SKM) yang dinilai memiliki hak istimewa dari Nadiem. Bahkan, perkataan tenaga konsultan Ibrahim Arief alias Ibam menjadi rujukan review kajian teknis untuk pengadaan TIK untuk pengadaan Chromebook.
“Di BAP saudara salah satunya menyebutkan, bagaimana kedudukan orang-orang seperti Jurist Tan dan sebagainya bla..bla..bla..bla dan kemudian saudara menjawab 'karena Nadiem Anwar Makarim lebih memercayai orang-orangnya SKM dan timnya, tim wartek dan timnya,” kata Andi.
Andi melanjutkan, “Kemudian pada sub tim SKM itu banyak orangnya, namun yang saya kenal tiga orang, yang namanya Ibrahim, Febi, dan Santoso, yang gayanya melebihi pejabat resmi Kemendikbudristek karena merasa memiliki privilege dari Nadiem Anwar Makarim,” sambungnya.
"Adapun untuk Ibrahim Arif adalah ahli IT yang saya pahami sebagai penasihat IT untuk Nadiem Anwar Makarim, yang perkataan Ibrahim Arif alias Ibam menjadi rujukan bagi yang lain, termasuk dalam review kajian teknis untuk pengadaan TIK untuk pengadaan Chromebook', benar ya?" ujar Andi.
Andi menyampaikan, pertanyaannya tidak akan berkaitan dengan kewenangan orang-orang dekat dengan Nadiem. Namun, ia bertanya soal jawaban Hamid yang dinilai sama dengan saksi eks Dirjen PAUDasmen Jumeri.
"Pertanyaan saya tapi bukan itu Pak. Pertanyaan saya, mengapa jawaban Bapak sama persis dengan jawabannya Jumeri? Saksi yang tadi," tanya Andi.
Kendati demikian, Hamid menyatakan dirinya tidak mengetahui hal tersebut. Tak puas dengan jawaban Hamid, Andi pun mendalami lagi alasan jawaban saksi yang dihadirkan jaksa ini dinilai sama persis.
"Ini yang sama persis tidak satu atau dua kata loh Pak. 99%. Yang membedakan, di kesaksiannya Jumeri itu yang beda hanya 'anda kenal siapa?' disitu disebut 'Saud', Saud itu staf khusus. Kalau di jawaban Anda diganti 'Ibrahim Arif'. Kenapa bisa sama pak narasinya?" lanjut Andi.
Hamid dengan singkat menegaskan tidak mengetahui alasan jawabannya bisa dinilai sama dengan saksi lainnya. Ia pun membantah ada pihak yang mengatur jawaban tersebut.
"Jadi dipastikan tidak ada yang mengorkestrasi jawaban Anda?" tanya Andi.
"Enggak," jawab Hamid.
Tinggalkan Komentar
Komentar