periskop.id - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel melontarkan kritik keras terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Noel mempertanyakan sikap dan moral KPK yang dinilainya tidak sensitif terhadap kondisi bangsa yang sedang menghadapi bencana alam.

“Apa lagi ini kan pas banget, ada bencana alam. Bayangin, bangsa ini, negara ini sedang bahu-membahu, mengatasi bencana alam, KPK malah apa? Diperangi negara ini. Moralnya di mana tuh, KPK? Bangsa ini lagi bahu-membahu, mengatasi problem bencana,” kata Noel, di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Senin (26/1).

Menurut Noel, saat masyarakat dan negara fokus pada penanganan bencana, KPK justru sibuk dengan langkah-langkah yang dianggap menyerang negara.

“Dia malah sibuk memerangi negara ini. Gila nih menurut saya. Pokoknya nanti banyak yang saya sampaikan lah,” ujar dia.

Noel juga menyinggung pengalamannya melakukan inspeksi mendadak terhadap praktik-praktik yang merugikan buruh dan rakyat.

“Karena pas banget kan, selama ini kan saya sidak-sidak nih. Banyak pengusaha-pengusaha yang melakukan pemerasan terhadap buruh dan rakyat. KPK kemana? KPK kemana?” tutur Noel.

Noel menilai narasi yang dibangun KPK terhadap dirinya bertolak belakang dengan realitas di lapangan.

“Jutaan rakyat, jutaan buruh diperas oleh pengusaha kemana? Hari ini, narasi yang dilakukan KPK terhadap diri saya, Immanuel memeras pengusaha. keji, tapi ya gak apa-apa. Saya petarung,” jelas dia.

Dalam pernyataannya, Noel juga mengaku telah melakukan kesalahan. Namun, ia menegaskan kesalahan tersebut perlu dilihat secara objektif berdasarkan dakwaan jaksa. Ia membantah tudingan pemerasan dan mempertanyakan logika nilai uang yang disebut dalam perkara tersebut.

“Tidak ada yang saya peras. Ini baca dakwannya, tidak ada hasil pemerasan. Masa gembong dapatnya Rp70 juta. Ini gua wamen apa staff wamen ini? Dapat Rp70 juta doang,” ujar Noel.

Lebih lanjut, menanggapi pertanyaan terkait dugaan aliran uang ke partai atau organisasi kemasyarakatan, Noel enggan menjelaskan lebih jauh dan meminta agar hal tersebut dikonfirmasi kepada tim penasihat hukumnya.

“Pokoknya nanti kita sampaikan. Nanti tanya sama PH (penasihat hukum) saya ya, biar kita ngobrol,” ujarnya.

Noel menilai perkara yang menjeratnya merupakan bentuk perlawanan balik dari pihak-pihak yang merasa terganggu oleh kebijakan dan tindakan yang pernah ia lakukan saat menjabat.

“Yang jelas, ini perlawanan balik pengusaha yang tidak nyaman dengan kebijakan saya. Jadi narasinya ya bikin aja. immanuel memeras,” kata Noel.

Noel menegaskan siap membuktikan tuduhan tersebut di persidangan dan mempertanyakan keberadaan korban pemerasan yang dituduhkan. Ia menyebut dirinya saat ini berada dalam kondisi tertekan namun tetap optimistis.

“Saya petarung, walaupun hari ini saya seperti singa sirkus dikandangin, tapi suatu saat ya, saya akan bangkit kembali. Karena saya yakin bahwa Tuhan Yesus bersama saya. Terima kasih,” tutup Noel.