periskop.id – Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif meminta Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto beserta jajaran Dirjen Imigrasi memberikan perhatian khusus terkait kesejahteraan petugas lapangan melalui realisasi tunjangan kemahalan.
“Jadi, petugas kita Pak yang ditugaskan imigrasi yang ditugaskan di bandara, ini berharap Pak kami mohon atensi Pak Menteri, Pak Dirjen supaya ada tunjangan kemahalan Pak. Mereka ini biayanya tinggi Pak petugas di bandara,” kata Yanuar di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/2).
Politisi Fraksi PKS ini menyoroti adanya ketimpangan biaya hidup yang cukup signifikan bagi para petugas yang berdinas di bandara internasional. Beban pengeluaran harian mereka dinilai jauh lebih besar dibandingkan rekannya di lokasi penugasan lain.
Yanuar mendesak pemerintah segera merealisasikan tunjangan khusus tersebut. Tingginya harga kebutuhan pokok di area bandara menjadi alasan utama perlunya intervensi kebijakan anggaran.
Ia memberikan ilustrasi konkret mengenai perbedaan harga pangan yang sangat mencolok di lapangan. Standar harga makanan dan minuman di lingkungan bandara melampaui harga normal di pasaran umum.
“Kalau di non bandara Pak, Aqua itu paling bisa 5.000, di bandara nggak bisa Pak 5.000. Makan nggak bisa 15.000 di bandara Pak. Jadi, menurut saya ini perlu diperhatikan saudara-saudara petugas-petugas kita, udah gagah-gagah gitu ya seragamnya keren, nyari makan susah Pak,” ujar Yanuar.
Legislator ini mengkhawatirkan kondisi finansial para petugas jika kesejahteraan mereka tidak segera dibenahi. Gaji pokok yang diterima bisa habis hanya untuk kebutuhan konsumsi selama jam kerja.
Yanuar bahkan berkelakar mengenai nasib pendapatan petugas jika terus tergerus biaya makan di tempat kerja. Ia khawatir tidak ada sisa pendapatan yang bisa dibawa pulang untuk keluarga di rumah.
“Kalau nyari makan di bandara nggak ada yang dibawa pulang nanti. Jadi, ini terus terang aspirasi saya minta untuk diperhatikan gitu ya karena biar mereka punya confidence yang bagus,” ucap dia.
Peningkatan kesejahteraan ini dinilai akan berkorelasi positif dengan kepercayaan diri petugas saat melayani publik. Performa kerja yang prima harus dibarengi dengan jaminan kelayakan hidup dari negara.
“Kerjanya sudah bagus tapi kesejahteraan harus kita perhatikan,” tegas Yanuar.
Tinggalkan Komentar
Komentar