periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Depok, Jawa Barat, pada Kamis malam (5/2). Dalam operasi tersebut, tim penyidik mengamankan pimpinan Pengadilan Negeri (PN) Depok dan pihak direksi perusahaan yang mengelola aset negara.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi, total ada tujuh orang yang diamankan dalam rangkaian operasi di beberapa lokasi tersebut.
"Diamankan sejumlah 7 orang. Sebanyak 3 orang dari pihak PN Depok, salah satunya Ketua Pengadilan Negeri. Kemudian 4 orang lainnya, pihak-pihak dari PT KRB, salah satunya direkturnya," kata Budi, di Gedung KPK, Jumat (6/2).
Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Budi membenarkan, baik Ketua maupun Wakil Ketua PN Depok termasuk dalam pihak yang diamankan.
“Betul,” ungkap dia.
Kasus ini diduga berkaitan dengan perkara sengketa lahan antara masyarakat dengan PT KRB, badan usaha di dalam ekosistem Kementerian Keuangan, yang fokus pada pengelolaan aset negara.
Saat ini, KPK sedang mendalami adanya kesepakatan jahat (meeting of mind) terkait penerimaan uang untuk memengaruhi proses hukum sengketa tersebut.
“Kaitannya dengan proses sengketa lahan antara PT KRB dengan masyarakat yang sedang berproses di Pengadilan Negeri Depok," jelas Budi.
Selain mengamankan para pihak, tim penyidik KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai yang diduga sebagai pemulus perkara. Meskipun angka pasti masih dalam penghitungan, jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
"Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah. Nanti kita hitung dulu ya jumlahnya berapa," tutur dia.
Hingga saat ini, para pihak masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Lembaga antirasuah tersebut dijadwalkan akan melakukan ekspose (gelar perkara) pada pukul 19.00 WIB malam ini untuk menentukan status hukum para pihak dan kronologi lengkap perkara.
KPK juga sedang mendalami apakah ada keterkaitan pihak lain dalam kasus ini, termasuk kemungkinan aliran dana atau pengaruh ke level Mahkamah Agung (MA).
“Ini kan masih didalami, masih dilakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak yang diamankan," ungkap Budi.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi operasi senyap itu.
“Memang benar ada penangkapan di wilayah Depok,” kata Fitroh, kepada wartawan, Kamis (5/2).
Fitroh juga membenarkan penangkapan tersebut menyeret hakim di Depok.
“OTT hakim di Depok,” jelas dia.
Tinggalkan Komentar
Komentar