periskop.id - Pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengonfirmasi insiden ledakan di fasilitasnya dekat kawasan El Adeisse. Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel membeberkan peristiwa tersebut melukai tiga prajurit TNI pada Jumat (3/4).

Kandice menjelaskan situasi terkini para korban melalui keterangan resminya pada Sabtu (4/4).

"Sore sebuah ledakan di dalam fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius. Saat ini mereka sedang dievakuasi ke rumah sakit," katanya.

Dua prajurit mengalami luka cukup parah akibat insiden ini.

Satu personel lainnya tercatat hanya mendapat luka ringan.

Pihak UNIFIL hingga kini belum mengetahui sumber pasti ledakan di fasilitas tersebut.

Tim investigasi masih menelusuri lokasi kejadian guna mengungkap fakta di balik insiden mematikan ini.

Kandice menyebut wilayah operasi bagian tengah Lebanon sangat rawan bagi para personel lapangan.

“Ini merupakan pekan yang sulit bagi para penjaga perdamaian yang bertugas di sekitar bagian tengah wilayah operasi UNIFIL. Kami menyampaikan harapan terbaik kami agar seluruh korban luka dapat pulih sepenuhnya dan secepatnya,” ungkapnya.

UNIFIL langsung merilis peringatan keras kepada seluruh pihak bertikai di area perbatasan.

Keselamatan pasukan perdamaian merupakan kewajiban hukum internasional absolut.

“UNIFIL mengingatkan semua pihak akan kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian, termasuk dengan menghindari aktivitas tempur di sekitar yang dapat membahayakan mereka,” tegasnya.

Di sisi lain, tiga prajurit TNI sebelumnya dilaporkan gugur saat bertugas di Lebanon Selatan.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah merilis identitas personel yang gugur di Jakarta pada Selasa (31/3).

"Prajurit TNI yang gugur bernama Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan," kata Aulia.

Satu prajurit lain bernama Praka Farizal Rhomadhon juga gugur dalam misi serupa.

Insiden sebelumnya ini terjadi saat personel sedang mengawal kendaraan UNIFIL menuju lokasi tertentu.

Serangan saat itu turut melukai dua prajurit bernama Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.