Periskop.id - Unit Manajemen Risiko Bencana Lebanon di markas Perdana Menteri Grand Serail mengumumkan, korban tewas akibat agresi Israel di negara tersebut mencapai 2.387 orang, dengan 7.602 orang lainnya terluka.
Dalam laporan hariannya dikutipSelasa (21/4), unit tersebut menambahkan bahwa total pengungsi di pusat-pusat penampungan berjumlah 117.421 orang. Sementara itu, total keluarga pengungsi di pusat tersebut mencapai 30.431 keluarga.
Sebelumnya PBB juga melaporkan bahwa sedikitnya 277 anak di Lebanon tewas dan lebih dari 700 lainnya terluka akibat serangan Zionis sejak 2 Maret.
Hal itu disampaikan oleh juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric, saat konferensi pers yang membahas perkembangan terkini Kawasan Timur Tengah di Markas PBB di New York, Senin (20/4). Melalui laporan tentang korban jiwa akibat serangan Israel di Lebanon, ia menjelaskan, lebih dari 350.000 orang mengungsi, menurut otoritas Lebanon.
Dujarric menekankan sebagian besar dari mereka berjuang untuk bertahan hidup di pengungsian yang penuh sesak di tengah keterbatasan layanan dasar.
Ia juga menyebutkan situasi di lapangan masih rapuh, dan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) terus memantau operasi penembakan dan penghancuran yang dilakukan oleh tentara Israel di berbagai lokasi di Lebanon selatan.
Menurutnya, intervensi kemanusiaan di Lebanon masih belum mencukupi jika "dibandingkan dengan kebutuhan" di lapangan.
Tinggalkan Komentar
Komentar