Periskop.id - Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyatakan, saat ini perwakilan Indonesia sedang mengurus proses pemulangan jenazah Praka Rico Pramudia dari Beirut, Lebanon.

"Proses administrasi pemulangan jenazah almarhum tengah dilaksanakan dan TNI telah menyampaikan kabar duka kepada keluarga. Rencana pemakaman akan dilaksanakan sesuai dengan keputusan keluarga," kata Donny dalam siaran pers resmi Dispenad di Jakarta, Sabtu (25/4). 

Namun demikian, Donny belum bisa memastikan kapan jenazah Praka Rico dipulangkan dari Beirut. Donny melanjutkan, TNI AD menyampaikan belasungkawa dan memberikan rasa hormat setinggi-tingginya kepada Praka Rico Pramudia yang gugur karena berusaha memelihara perdamaian di Lebanon.

Dengan gugurnya Praka Rico Pramudia, maka total prajurit TNI yang gugur dalam dua insiden terpisah di wilayah misi UNIFIL Lebanon Selatan adalah empat orang, yaitu Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon dan Praka Rico Pramudia.

Praka Rico merupakan salah satu dari tiga prajurit TNI yang mengalami luka akibat penyerangan di Lebanon pada Minggu (29/3). "Praka Rico Pramudia mengalami luka berat serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah.

Aulia menjelaskan mereka mengalami luka setelah pos penugasan kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan terkena serangan artileri pada Minggu (29/3). Dalam kejadian itu, Praka Farizal Romadhon yang juga berada di tempat yang sama dengan Rico, gugur karena terkena serangan langsung.

Rico yang mengalami luka berat langsung dilarikan ke Rumah Sakit St. George di Beirut menggunakan helikopter agar bisa mendapatkan perawatan medis secara intensif. Namun, setelah beberapa pekan perawatan intensif, Rico dinyatakan gugur di rumah sakit.