Periskop.id - TNI menggelar pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menembak pilot berkebangsaan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, di Bandara Ipdeheik, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7). Jenazah korban yang merupakan pilot PT AMA Air pesawat PK-RCY berhasil dievakuasi dari lokasi pada Jumat (3/7).
Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menegaskan, operasi yang dijalankan mencakup empat prioritas sekaligus, yakni menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi warga sekitar, serta mendukung penegakan hukum terhadap para pelaku.
"Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku," kata Riyanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7).
Untuk mengamankan lokasi sekaligus mengevakuasi korban, Koops TNI Habema menggelar Operasi Khusus Perebutan Cepat guna menguasai lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan. Bersamaan dengan itu, Search and Rescue (SAR) Taktis dijalankan untuk menjamin keselamatan warga di sekitar lokasi kejadian.
Operasi tersebut melibatkan 10 personel Koops TNI Habema yang didukung dua helikopter Caracal. Riyanto menyebut, seluruh tahapan dilaksanakan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi mengingat medan pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Riyanto juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pilot PT AMA Air tersebut, sekaligus menegaskan komitmen Koops TNI Habema dalam menjaga keamanan wilayah.
"Melalui Operasi Khusus Perebutan Cepat dan SAR Taktis, kami memastikan proses evakuasi dapat dilaksanakan secara cepat, aman, dan profesional," tandasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar