Periskop.id – Kepolisian masih menyelidiki kematian seorang dokter internship berinisial SZM yang ditemukan di area apartemen kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (26/7). Polisi belum menyimpulkan penyebab maupun motif di balik peristiwa tersebut, termasuk dugaan adanya tekanan pekerjaan.

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengatakan korban tinggal bersama ibunya di salah satu unit apartemen. Sebelum kejadian, ibu korban sempat mengajaknya pergi ke pusat perbelanjaan, tetapi SZM memilih tetap berada di unit.

“Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mal, tetapi korban tidak mau dan tetap di unit,” kata Mansur kepada wartawan di Jakarta, Senin (27/7).

Setelah ibu korban meninggalkan apartemen, pintu unit diketahui terkunci dari dalam. Tidak lama kemudian, korban ditemukan meninggal setelah diduga terjatuh dari unit tempat tinggalnya.

Petugas yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan awal dari pihak keamanan apartemen. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Belum Temukan Motif

Penyidik belum dapat meminta keterangan secara mendalam dari keluarga karena masih dalam suasana berduka. Polisi juga belum menemukan bukti yang dapat menghubungkan kematian korban dengan pekerjaan maupun tugasnya sebagai dokter internship.

“Sampai sekarang belum ada informasi apakah karena tekanan pekerjaan atau hal lain. Kami belum bisa meminta keterangan keluarga karena masih berduka,” tuturnya. 

Mansur menegaskan, seluruh kemungkinan masih didalami. Penyelidikan akan mencakup pemeriksaan unit apartemen, keterangan saksi, rekaman kamera pengawas, hasil pemeriksaan medis, serta aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal.

Namun, pemeriksaan menyeluruh terhadap unit belum dilakukan karena pintunya masih terkunci dari dalam. Polisi dan petugas keamanan apartemen memilih menunggu persetujuan keluarga sebelum mengambil tindakan untuk membuka pintu secara paksa.

"Kalau kita mau membuka dengan cara paksa untuk jebol, nah saat ini kita belum berani, security pun juga belum berani, masih menunggu keluarga," ucapnya.

Karena penyelidikan belum selesai, polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai motif kematian korban. Status korban sebagai peserta program internship juga belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kaitan dengan beban atau lingkungan kerja.

Sistem Internship Dokter Tengah Dievaluasi

Terpisah dari perkara SZM, penyelenggaraan Program Internsip Dokter Indonesia memang menjadi perhatian pemerintah setelah sejumlah peserta meninggal dalam beberapa kasus berbeda pada 2026. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani sebelumnya meminta evaluasi menyeluruh terhadap perlindungan, jam kerja, supervisi, dan kesejahteraan dokter muda.

“Ini bukan sekadar musibah, tetapi dapat dimaknai sebagai sinyal adanya persoalan sistemik yang harus segera dibenahi. Para dokter muda tidak boleh menjadi korban akibat sistem yang kurang sempurna," kata Netty beberapa waktu lalu..

Kementerian Kesehatan kemudian memperbaiki tata kelola program dengan membatasi jam kerja peserta maksimal 40 jam per minggu. Jadwal tidak boleh dipadatkan atau ditambah, sementara pelaksanaan jaga wajib berada di bawah supervisi dokter pendamping. Peserta internship juga tidak diperbolehkan menggantikan dokter tetap di fasilitas kesehatan.

“Perbaikan ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Kesehatan untuk menghadirkan penyelenggaraan internsip yang lebih baik, lebih aman, dan lebih berpihak kepada peserta. Program internsip harus menjadi proses pembelajaran profesional yang sehat, bukan membebani secara fisik maupun mental,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes Yuli Farianti.

Kemenkes juga memberikan dukungan berupa bantuan biaya hidup, kepesertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, transportasi, cuti, serta kanal pengaduan bagi peserta dan keluarga. Meski demikian, kebijakan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa kematian SZM berkaitan dengan pelaksanaan program internship.

Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan keluarga sebelum menyampaikan kesimpulan mengenai rangkaian peristiwa tersebut.

Informasi bantuan: Apabila Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan emosional, keputusasaan, atau pikiran untuk menyakiti diri, hubungi layanan dukungan psikologis Kementerian Kesehatan melalui 119 ekstensi 8 untuk berbicara dengan konselor