Periskop.id - Duta Besar RI untuk Iran Rolliansyah Soemirat memastikan, seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di Iran dalam keadaan baik dan aman. Sejumlah WNI di antaranya meminta pelindungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran.

Dubes Roy, panggilan akrabnya, seperti dikutip dari Antara, Senin (2/3) menyatakan, data terakhir dari KBRI Teheran menunjukkan terdapat 329 WNI yang tercatat berada di Iran. Enam di antaranya kini berada di kedutaan karena tidak lagi memiliki tempat tinggal.

“Sudah ada beberapa WNI yang kami tampung di KBRI seadanya demi keamanan. Tapi lebih karena mereka kebetulan dari pihak sekolah atau pihak tempat bekerja, mengosongkan asrama tempat tinggal mereka, jadi mereka tidak tahu harus kemana ya kami tamping. Jadi tidak harus karena ada threat (ancaman),” tuturnya. 

Dubes Roy menyampaikan, jumlah WNI yang saat ini berada di Iran berpotensi melebihi 329 orang mengingat terdapat sejumlah WNI yang belum melapor. Terutama mereka yang bekerja sebagai anak buah kapal yang kerap tidak tercatat sebagai warga menetap.

Meski demikian, berdasarkan informasi yang diperoleh KBRI Teheran dari perwakilan yang berada di masing-masing kota, melaporkan seluruh WNI berada dalam keadaan baik.

Lebih lanjut, Dubes Roy menyampaikan, situasi di Iran, terutama Teheran, masih dinamis dengan sejumlah serangan yang masih dirasakan dan terlihat jelas dari KBRI.

Ia menegaskan, KBRI belum dapat memprediksi perkembangan dalam waktu dekat, termasuk kemungkinan berlanjutnya serangan. Meski demikian, KBRI dipastikan selalu dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi dalam waktu dekat.

Menyikapi dinamika tersebut, Dubes Roy menyampaikan, KBRI telah menyampaikan sejumlah imbauan, antara lain membatasi aktivitas di luar rumah, tidak mengikuti demonstrasi massa atau mencari tempat perlindungan. 

Standar Perlindungan

Namun, Roy menilai, KBRI tidak dapat memaksakan penerapan standar pelindungan kepada setiap WNI. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah mempercayakan penilaian terkait keamanan dan keselamatan kepada masing-masing individu yang merasakan, sambil tetap memastikan jalur komunikasi bagi WNI yang ingin mencari lokasi yang lebih aman.

“Dalam hal ini kami tidak bisa memaksakan suatu standar tertentu, bahwa ini sudah sangat bahaya, Anda harus ngapain-ngapain. Karena mereka bilang dalam beberapa kasus, ternyata mereka belum merasakan adanya direct threat terhadap keamanan, keselamatan dirinya,” kata Roy.

Ketegangan kawasan meningkat pada Sabtu (28/2) setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang menewaskan sejumlah pemimpin tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset-aset AS, serta sejumlah negara Teluk untuk mempertahankan diri.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan, KBRI Teheran terus memantau kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran di tengah eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, serta telah menyiapkan opsi evakuasi apabila diperlukan.

“Semua rencana kontingensi tetap disiapsiagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlimdungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, beberapa waktu lalu.

Ia menyampaikan bahwa dalam upaya pemantauan keselamatan WNI di Iran, KBRI Teheran secara rutin menjalin komunikasi aktif dengan para WNI.