Periskop.id - Kabar duka datang dari dunia teknologi dan industri hiburan digital. Leonid Radvinsky, pemilik platform media sosial OnlyFans yang fenomenal, dilaporkan meninggal dunia pada usia 43 tahun.
Sosok yang dikenal telah merevolusi industri konten dewasa melalui platform daring tersebut mengembuskan napas terakhirnya setelah perjuangan melawan penyakit yang dideritanya.
“Meninggal dengan tenang setelah berjuang lama melawan kanker,” ungkap OnlyFans dalam pernyataan resminya, sebagaimana dikutip oleh BBC pada Senin (23/3).
Pihak perusahaan juga meminta semua pihak untuk menghormati privasi keluarga yang ditinggalkan dalam masa berkabung ini.
Profil dan Perjalanan Bisnis Leonid Radvinsky
Leonid Radvinsky lahir di Ukraina dan dibesarkan di Chicago, Amerika Serikat. Ia merupakan lulusan program ekonomi dari Northwestern University. Berdasarkan informasi dari situs pribadinya, Radvinsky terakhir diketahui menetap di Florida.
Kariernya di industri digital mencapai puncaknya saat ia membeli OnlyFans pada tahun 2018 dari dua pendirinya yang berbasis di Inggris. Di bawah kepemimpinannya, OnlyFans mengalami lonjakan popularitas yang luar biasa, terutama selama masa pandemi COVID-19.
Pertumbuhan pesat ini membawa nama Radvinsky masuk ke dalam daftar miliarder tahunan Forbes hanya dalam waktu tiga tahun setelah ia mengakuisisi perusahaan tersebut. Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya mencapai US$4,7 miliar.
Selain OnlyFans, Radvinsky juga aktif berinvestasi di berbagai perusahaan teknologi melalui firma modal ventura miliknya yang berbasis di Florida, Leo.com. Dalam sisi filantropi, ia diketahui memberikan donasi kepada Memorial Sloan Kettering Cancer Center.
Mengenal Ekosistem OnlyFans
Didirikan pertama kali pada tahun 2016, OnlyFans bertransformasi menjadi platform di mana para kreator dapat mengunggah video serta foto untuk pelanggan yang membayar melalui sistem tip atau langganan bulanan.
Meskipun menyediakan beragam konten seperti memasak dan kebugaran, platform ini paling identik dengan konten pornografi.
Situs ini memfasilitasi interaksi langsung antara kreator dan penggemar melalui fitur siaran langsung, pesan personal, hingga permintaan konten khusus. Sebagai imbalan atas layanan penyediaan platform tersebut, OnlyFans mengambil potongan sebesar 20% dari seluruh transaksi yang terjadi.
Berdasarkan laporan terbaru ke Companies House pada tahun 2024, perusahaan ini mencatatkan pendapatan sebesar 1,04 miliar pound sterling dari total transaksi senilai lebih dari 7 miliar pound sterling. Tercatat ada sekitar 377 juta pelanggan dan 4,6 juta kreator aktif yang mengunggah konten di platform tersebut pada tahun yang sama.
Kontroversi dan Tantangan Regulasi
Keberhasilan finansial OnlyFans di bawah Radvinsky tidak lepas dari sorotan tajam regulator dan pembuat kebijakan. Pada tahun 2024, regulator Inggris meluncurkan penyelidikan terkait potensi akses anak di bawah umur terhadap konten dewasa di situs tersebut.
Meski penyelidikan akhirnya dihentikan, Ofcom tetap menjatuhkan denda sebesar 1 juta pound sterling karena perusahaan dianggap tidak memberikan informasi akurat mengenai sistem verifikasi usia pengguna yang seharusnya minimal berusia 18 tahun.
Beberapa tahun sebelumnya, platform ini juga menghadapi tuduhan serius mengenai kegagalan menangani konten ilegal, termasuk materi pelecehan seksual terhadap anak.
Pada Agustus 2021, OnlyFans sempat mengumumkan rencana untuk melarang konten seksual eksplisit di platformnya akibat tekanan dari mitra perbankan. Namun, rencana itu dibatalkan hanya dalam hitungan hari setelah mendapat protes keras dari komunitas kreator konten dewasa.
Masalah hukum lain yang sempat mencuat adalah gugatan dari pengguna yang merasa tertipu terkait fitur pesan personal. Mereka menemukan bahwa percakapan yang mereka kira dilakukan langsung dengan kreator idola mereka sebenarnya dikelola oleh pihak ketiga dengan bayaran rendah. Hingga saat ini, gugatan hukum tersebut dilaporkan belum berhasil dimenangkan oleh para penggugat.
Sebelum meninggal dunia, Radvinsky dikabarkan sempat menjajaki peluang untuk menjual OnlyFans pada tahun lalu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai siapa yang akan meneruskan kepemimpinan dan kepemilikan mayoritas di platform raksasa tersebut.
Tinggalkan Komentar
Komentar