Periskop.id - Pasukan Iran pada Minggu (19/4) melancarkan serangan drone terhadap beberapa kapal Amerika, sebagai balasan atas penembakan dan pencegatan kapal Iran oleh pasukan AS.
Kantor berita semi-resmi Iran Tasnim melaporkan, setelah pasukan AS menaiki kapal kontainer Touska di Teluk Oman, drone Iran diluncurkan ke kapal-kapal Amerika, tanpa menyebutkan apakah targetnya militer atau komersial.
Iran sebelumnya telah mengkonfirmasi, pasukan AS telah menyita kapal Iran dan memperingatkan, mereka akan segera membalas tindakan tersebut, yang disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Sementara itu Kantor Berita Fars melaporkan bahwa Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan, pasukan AS telah menargetkan kapal tersebut, menonaktifkan sistem navigasinya dan menaikinya setelah melepaskan tembakan, mengutip juru bicara militer Ebrahim Zolfaghari.
Data pelacakan kapal menunjukkan Touska berangkat dari Port Klang di Malaysia pada 12 April. Insiden itu pertama kali diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Minggu yang kemudian dikonfirmasi oleh Komando Pusat AS (CENTCOM). Mereka mengatakan, USS Spruance mencegat kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman.
"Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama Touska, dengan panjang hampir 900 kaki dan berat hampir sama dengan kapal induk, mencoba melewati blokade Angkatan Laut kami; dan itu tidak berjalan baik bagi mereka. Kapal perusak rudal terarah milik Angkatan Laut AS, USS Spruance, mencegat Touska di Teluk Oman," kata Trump di Truth Social.
Kapal perusak milik AS itu memerintahkan kapal berbendera Iran tersebut untuk berhenti. Setelah kapal itu menolak untuk mematuhi, tambah Trump, kapal perusak USS Spruance melubangi ruang mesin kapal Touska.
"Saat ini, marinir AS memegang kendali atas kapal tersebut. Touska berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal mereka sebelumnya. Kami memegang kendali penuh atas kapal tersebut dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya," ujar Trump.
Menurut CENTCOM, Marinir terus menahan kapal tersebut. Dalam sebuah pernyataan, CENTCOM mengatakan kapal itu menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran. CENTCOM juga merilis rekaman video di platform media sosial X yang menunjukkan kapal perang AS memperingatkan kapal tersebut sebelum menembak.
Zolfaghari mengatakan, “Amerika Serikat yang agresif, melanggar gencatan senjata dengan terlibat dalam pembajakan maritim, menyerang salah satu kapal Iran setelah menonaktifkan sistem navigasinya,” tuturnya.
Ia menambahkan, pasukan AS menaiki kapal tersebut setelah mengerahkan “sejumlah marinir teroris” ke dalamnya. “Kami memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera menanggapi dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh militer AS ini,” tuturnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar