Periskop.id - Sebuah kapal kontainer yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Prancis CMA CGM menjadi sasaran "tembakan peringatan" saat melintasi Selat Hormuz, Sabtu (18/4). 

Perusahaan tersebut pada Minggu mengatakan, kapal tersebut mengalami serangan yang menyebabkan kerusakan, namun para awak dinyatakan selamat dan tidak mengalami cedera.

Kantor berita Agence France-Presse (AFP) melaporkan, kapal tersebut mengalami kerusakan di utara Kumzar, Oman, meskipun tingkat dampaknya tidak dirinci, mengutip Organisasi Maritim Internasional. AFP juga melaporkan tidak ada laporan pencemaran, akibat kapal yang mengalami kerusakan.

Menurut pernyataan perusahaan, kapal tersebut tetap beroperasi, dengan kerusakan terbatas pada beberapa kontainer.

Ekspor Minyak
Sementara itu, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref, Senin (20/4) memperingatkan, keamanan di Selat Hormuz tidak dapat dijamin jika ekspor minyak Iran tetap dibatasi.

“Tidak seorang pun dapat membatasi ekspor minyak Iran sambil mengharapkan keamanan bebas bagi pihak lain,” kata Aref melalui platform X.

“Keamanan Selat Hormuz tidaklah gratis,” tambahnya.

Aref mengatakan, dunia dihadapkan pada pilihan antara “pasar minyak yang bebas untuk semua” atau “biaya besar bagi semua pihak.” Ia juga menyatakan, stabilitas harga bahan bakar global bergantung pada “penghentian tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran dan sekutunya secara terjamin dan berkelanjutan.”

Seperti diketahui, pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke wilayah Israel serta negara-negara lain di kawasan yang menampung aset militer AS.

Operasi AS-Israel tersebut menewaskan lebih dari 3.300 orang sebelum Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April yang dimediasi Pakistan.

Kedua pihak kini tengah bersiap untuk putaran kedua perundingan di Islamabad pada Selasa (21/4), setelah perundingan pada 11–12 April berakhir tanpa kesepakatan. AS memberlakukan blokade laut terhadap Iran pada 13 April.