banner-sheroes-yoga
Internasional

Ariana Grande Protes Gedung Putih Pakai Lagunya untuk Video Imigrasi Trump

Ariana Grande menyerukan protes langsung di kolom komentar TikTok Gedung Putih setelah lagunya, Bye, dipakai sebagai musik latar video promosi kebijakan imigrasi Trump.

Ariana Grande. Foto Instagram @arianagrande
Ariana Grande. Foto Instagram @arianagrande
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Ariana Grande memprotes Gedung Putih setelah lagu Bye miliknya dijadikan musik latar video TikTok yang mempromosikan kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump. Video itu menampilkan petugas perbatasan memborgol sejumlah orang, lalu menggiring mereka ke pusat penahanan.

Unggahan tersebut berasal dari akun resmi Gedung Putih dan disertai keterangan bernada sindiran, "Bye-bye... Presiden Trump telah menghadirkan perbatasan paling aman dalam sejarah." Lagu Bye yang dirilis Ariana pada 2024 itu dipilih sebagai musik latarnya.

"Tolong jangan gunakan musik saya untuk hal yang biadab, tidak manusiawi, dan keji seperti ini," tulis Ariana Grande dalam kolom komentar TikTok Gedung Putih, Senin (8/6).

Keberatan tersebut tak diterima begitu saja oleh pihak Gedung Putih. Juru Bicara Gedung Putih Abigail Jackson justru berbalik menyerang, dengan menegaskan istilah "biadab, tidak manusiawi, dan keji" lebih tepat ditujukan kepada imigran ilegal pelaku kejahatan yang telah menyakiti warga AS.

Dalam rekaman itu, petugas tampak memborgol sejumlah orang, menggiring mereka ke dalam kendaraan, lalu membawa mereka ke pusat-pusat penahanan. Video tersebut diunggah di tengah penguatan agresif kebijakan imigrasi era Trump.

Sebelumnya, Trump telah menandatangani undang-undang yang mengesahkan pendanaan lebih dari US$70 miliar untuk lembaga-lembaga imigrasi selama sisa masa jabatannya. Masa jabatan tersebut masih berlangsung sekitar dua setengah tahun ke depan.

Protes Ariana rupanya berdampak nyata. Tak lama setelah sang penyanyi menyuarakan keberatannya, audio dalam video itu dibisukan oleh pengunggahnya.

Komentar Ariana di kolom komentar pun ikut lenyap. Penghapusan itu kemudian menjadi sorotan tersendiri di kalangan pengguna TikTok.

Sejumlah warganet mempertanyakan hilangnya komentar sang penyanyi, sekaligus menyoroti keputusan membisukan lagu yang sebelumnya dipakai dalam unggahan tersebut.

"Yang sesungguhnya biadab, tidak manusiawi, dan keji adalah para imigran ilegal yang melakukan tindak kejahatan dan telah melukai maupun membunuh warga AS yang tidak bersalah," ujar Abigail Jackson seperti dikutip BBC.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Ariana Grande, gedung putih, Donald Trump, TikTok, dan Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.