periskop.id - Dua penjaga perdamaian asal Malaysia yang bertugas dalam UNIFIL mengalami luka ringan setelah konvoi mereka diserang di Lebanon selatan, Kamis (11/6). Dua kendaraan dalam konvoi tersebut juga dilaporkan rusak akibat insiden itu.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menerangkan, serangan tersebut menghantam area di sekitar konvoi logistik yang sedang melintas di Desa Haris.
"Serangan terjadi di dekat konvoi logistik UNIFIL di Desa Haris. Dua penjaga perdamaian asal Malaysia mengalami luka ringan dan dua kendaraan mereka mengalami kerusakan," kata Dujarric dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (12/6).
Dujarric menambahkan, konvoi itu berhasil melanjutkan perjalanan menuju pangkalan terdekat setelah insiden berlangsung. Kedua personel yang terluka sudah mendapat penanganan medis dan kondisi mereka dinyatakan stabil.
PBB menyatakan akan mengusut insiden tersebut guna mengidentifikasi penyebab sekaligus pihak yang bertanggung jawab.
"UNIFIL akan menyelidiki sifat insiden ini," ujar Dujarric.
Serangan terhadap konvoi pasukan perdamaian itu terjadi di tengah eskalasi keamanan yang kembali memanas di Lebanon selatan. Ketegangan mulai meningkat sejak kelompok Hizbullah melancarkan serangan roket dan drone ke wilayah Israel pada 2 Maret lalu.
Konflik tersebut juga melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sebagai respons atas serangan Hizbullah, Israel menggelar serangkaian serangan udara ke berbagai target di pinggiran selatan Beirut serta wilayah Lebanon selatan dan timur.
Militer Israel turut menjalankan operasi darat di bagian selatan Lebanon. Upaya meredam konflik sempat dilakukan melalui perundingan yang dimediasi Amerika Serikat pada 16 April dan menghasilkan kesepakatan gencatan senjata.
Namun, kesepakatan itu tak sepenuhnya menghentikan pertikaian. Israel dilaporkan masih melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Lebanon selatan hampir setiap hari, sementara Hizbullah terus membalas dengan serangan terhadap pasukan Israel.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar