periskop.id - Bank of Japan menaikkan suku bunga acuan ke posisi 1% pada Selasa (16/6), level tertinggi sejak September 1995 atau 31 tahun silam. Keputusan itu ditetapkan lewat pemungutan suara mayoritas 7-1 dalam Rapat Kebijakan Moneter.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, bank sentral Jepang turut menetapkan suku bunga deposito di level 1% dan suku bunga pinjaman di angka 1,25%.
"Bank Sentral akan mendorong suku bunga pinjaman antar semalam tanpa jaminan untuk tetap berada di sekitar 1,0%," demikian tertuang dalam risalah Rapat Kebijakan Moneter yang dirilis pada Rabu (17/6).
Bank of Japan menilai perekonomian Jepang telah pulih secara moderat, meski sejumlah kelemahan masih terlihat akibat dampak konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak diakui menekan aktivitas ekonomi, namun kondisi itu masih ditopang oleh keuntungan korporasi yang tinggi serta pemulihan pasar tenaga kerja dan pendapatan.
Risiko pelambatan ekonomi juga dinilai sudah cukup berkurang, ditopang kebijakan pemerintah untuk meringankan beban rumah tangga akibat lonjakan harga energi. Kemajuan turut dicapai dalam pengamanan sumber pasokan bahan baku alternatif yang sebelumnya sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah.
"Atas kondisi ini, perekonomian Jepang sudah berkembang secara umum sejalan dengan skenario dasar, yang mana diperkirakan ekonomi bakal terus tumbuh secara moderat meski dengan laju yang melambat," bunyi keputusan bank sentral.
Dari sisi inflasi, BoJ mencatat laju inflasi tahunan untuk seluruh barang kecuali makanan segar masih bertahan di bawah 2% (yoy), didukung oleh bantuan pemerintah. Namun, risiko rambatan kenaikan harga minyak mentah terhadap transaksi usaha dinilai meningkat dengan cepat dan berpotensi mendorong inflasi secara keseluruhan.
"Atas kondisi ini, ekspektasi inflasi jangka menengah ke panjang juga berlanjut meningkat. Ada risiko inflasi mengalami deviasi ke level atas target stabilitas harga yakni 2%," terang bank sentral Jepang.
Dengan kondisi ekonomi dan inflasi tersebut, BoJ menegaskan perlunya penyesuaian kebijakan moneter demi mencapai target inflasi 2%. Bank sentral memperkirakan kondisi keuangan bakal tetap kondusif untuk menopang aktivitas ekonomi. Ke depan, BoJ menyatakan akan terus menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap perkembangan ekonomi, stabilitas harga, dan kondisi keuangan.
"Dalam hal ini, Bank Sentral akan mempertimbangkan waktu dan kecepatan penyesuaian, sambil memantau secara cermat dampak perkembangan situasi di Timur Tengah di masa mendatang terhadap aktivitas ekonomi dan harga di Jepang, serta memeriksa kemungkinan terwujudnya skenario dasar prospek aktivitas ekonomi dan harga dan risiko terhadap prospek tersebut," bunyi risalah Bank of Japan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar