periskop.id - Thailand menyiapkan sistem karantina minimal 21 hari sebagai respons atas ancaman virus Ebola yang tengah mengguncang Kongo dan Uganda. Hingga pertengahan Juni 2026, belum satu pun warga maupun pelancong di Thailand yang terkonfirmasi terinfeksi.

Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit (DDC) Montien Kanasawat memaparkan, pemerintah menerapkan dua jalur penanganan. Pelancong yang tidak bergejala dimasukkan ke sistem karantina, sementara mereka yang menunjukkan gejala menjalani isolasi ketat, dengan durasi minimum 21 hari untuk keduanya.

Advertisement

Sebanyak 16 pelancong telah diperiksa dan masuk ke sistem karantina DDC. Data yang dihimpun sejak 27 Mei hingga 12 Juni 2026 itu mencatat satu orang telah menuntaskan periode pemantauan 21 hari, dua orang sudah meninggalkan Thailand, dan 13 orang masih dalam pengawasan.

Montien menegaskan, dari seluruh pelancong yang dipantau, belum ada satu pun yang memenuhi kriteria klinis sebagai kasus Ebola. Penyakit virus Ebola juga belum ditemukan pada siapa pun di wilayah Thailand.

Seiring langkah DDC, Institut Penyakit Menular Bamrasnaradura, yang merupakan lembaga spesialis untuk penyakit menular berbahaya dan penyakit menular baru, juga terus mempersiapkan diri menghadapi skenario terburuk.

Kesiapan Thailand dinilai mencakup sejumlah elemen krusial. Pemerintah telah menyiapkan ruang isolasi berstandar keamanan tinggi, tenaga medis spesialis, sistem pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan, laboratorium, serta stok perlengkapan medis dan alat pelindung diri.

Sistem rujukan, perawatan, dan pengobatan pasien yang memenuhi standar internasional juga telah disiapkan, sehingga kasus yang dicurigai dapat ditangani secara efektif begitu terdeteksi.

Thailand juga mengaktifkan tim gabungan yang mencakup pengawasan, skrining, investigasi penyakit, operasi laboratorium, serta tim tanggap darurat kesehatan masyarakat. Seluruh tim disebut siap dikerahkan sewaktu-waktu sesuai kondisi.

Pemerintah Thailand mengimbau warganya untuk mengikuti informasi resmi dari lembaga pemerintah dan tidak panik. Risiko Ebola bagi masyarakat Thailand secara keseluruhan disebut masih rendah.

Warga juga diminta menghindari perjalanan ke daerah wabah kecuali benar-benar diperlukan. Pernyataan resmi terkait kesiapan ini disampaikan Montien pada Sabtu, 13 Juni 2026.