Periskop.id - Wakil Menteri Agrikultur dan Pangan Belarus Alexander Yakovchits mengungkapkan sejumlah kontrak pasokan produk olahan susu telah diteken pelaku usaha Belarus dengan mitra Indonesia. Sebagian pasokan itu disebut akan digunakan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mengatakan penandatanganan kontrak dilakukan bertepatan dengan kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia. Menurut Alexander Yakovchits, sebagian kesepakatan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan Program MBG.

"Memang kemarin dalam rangka kunjungan pimpinan negara kami ke Indonesia, ada kontrak yang sempat ditandatangani. Yang kami ketahui, sepertinya beberapa dari kontrak tersebut suplainya itu memang akan digunakan untuk program MBG," ujar Alexander Yakovchits saat ditemui di Paviliun Belarus dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7).

Alexander Yakovchits menjelaskan salah satu kerja sama yang telah berjalan adalah pengiriman susu bubuk skim. Menurutnya, pelaksanaan kerja sama itu dilakukan melalui dua kontrak yang berbeda.

Ia mengatakan pengiriman tahap pertama sudah dilakukan kepada mitra di Indonesia berdasarkan kontrak sebelumnya. Setelah penyelesaian kontrak tersebut, Belarus disebut mulai menjalankan kesepakatan berikutnya untuk memasok 1.000 ton susu bubuk skim.

"Kami sudah mulai menyuplai susu bubuk skim dalam kerangka kontrak yang ditandatangani sebelumnya. Pengiriman gelombang pertama sudah dilakukan kepada mitra-mitra kami di Indonesia. Dan setelah penyelesaian kesepakatan ini, 1.000 ton susu bubuk skim, kami mulai merealisasikan kesepakatan kedua," kata Yakovchits.

Menurut Alexander Yakovchits, nilai kerja sama itu mencapai US$76 juta. Ia menambahkan Belarus menargetkan ekspor sebanyak 20 ribu ton susu bubuk ke Indonesia hingga akhir 2026.

Lebih lanjut, ia menyebut Belarus memproduksi sekitar 9,25 juta ton produk susu pada 2025. Menurutnya, kapasitas tersebut diharapkan meningkat menjadi 12 juta ton pada tahun ini sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar ekspor, termasuk Indonesia.

"Kami melihat Indonesia memang masih kekurangan produk susu, dan kami yakin bisa membantu untuk membangun kerja sama dalam bidang tersebut, karena kami memiliki kapasitas dalam bidang itu," pungkas Yakovchits.

Sebelumnya, Indonesia dan Belarus menggelar Indonesia-Belarus Business Forum and Business Matching pada 30 Juni sebagai pembuka rangkaian kunjungan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia pada 1-2 Juli.

Dalam forum itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia sedang menjajaki peluang impor produk susu asal Belarus untuk memperkuat pasokan Program MBG.