Periskop.id - Penampilan Senator Amerika Serikat John Fetterman mencuri perhatian saat bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Blair House, Washington.

Dalam video yang diunggah melalui akun resmi Perdana Menteri Israel pada Kamis (30/7), Fetterman terlihat mengenakan hoodie hitam, celana pendek abu-abu, dan sepatu olahraga. Busana santai tersebut tampak kontras dengan Netanyahu yang hadir memakai setelan jas formal.

Pertemuan itu berlangsung dalam suasana resmi dengan bendera Amerika Serikat dan Israel terpasang di belakang keduanya. Meski demikian, Fetterman tetap mempertahankan gaya berpakaiannya yang kasual selama duduk dan berbincang dengan Netanyahu.

Penampilannya kemudian ramai diperbincangkan karena dinilai tidak lazim untuk pertemuan diplomatik tingkat tinggi. Fetterman juga beberapa kali terlihat mengalihkan pandangan ke layar ponsel ketika sedang menyampaikan pernyataan.

Busana yang dikenakan dalam pertemuan tersebut sebenarnya bukan gaya baru bagi Fetterman. Senator dari Pennsylvania itu memang dikenal kerap tampil memakai hoodie, celana pendek, dan sepatu olahraga dalam berbagai kegiatan publik.

Gaya serupa pernah ia kenakan ketika menghadiri pelantikan Presiden Amerika Serikat pada Januari 2025. Ketika itu, Fetterman tetap memakai hoodie hitam dan celana pendek meski pejabat serta tamu lain umumnya mengenakan pakaian formal. 

Karena telah menjadi ciri khasnya, sejumlah pemberitaan mengenai pertemuan dengan Netanyahu juga menggambarkan pakaian tersebut sebagai penampilan khas Fetterman. Namun, kemunculannya dalam forum diplomatik tetap menimbulkan perhatian karena berbeda jauh dari standar busana formal yang lazim dikenakan pejabat negara. 

Fetterman diketahui mengenakan jas dan dasi dalam kondisi tertentu, terutama ketika aturan kegiatan resmi mewajibkannya. Penampilannya dengan pakaian santai juga sebelumnya pernah memicu perdebatan mengenai aturan busana di Senat Amerika Serikat.

Di luar sorotan terhadap penampilannya, pertemuan tersebut membahas hubungan Amerika Serikat dan Israel. Netanyahu menyampaikan penghargaan atas dukungan Fetterman terhadap Israel.

“Senator, senang bertemu dengan Anda lagi. Anda telah menjadi patriot yang luar biasa, dengan menyuarakan apa yang baik bagi Amerika, apa yang baik bagi aliansi kita,” katanya.

Fetterman kemudian menegaskan bahwa dirinya tetap berdiri bersama Israel. Ia juga menyatakan dukungannya sebagai salah satu bagian penting dari masa jabatannya di Senat.

“Saya bangga terus mendukung Israel dalam segala keadaan,” ujar Fetterman.

Senator dari Partai Demokrat tersebut juga menyebut dirinya sebagai suara hati partainya di Kongres dalam persoalan Israel.

“Saya bangga tetap menjadi suara hati Partai Demokrat di Kongres, bukan hanya di Senat, tetapi di Kongres secara keseluruhan,” katanya.

Pernyataan itu kembali memperlihatkan posisi Fetterman yang berbeda dari sebagian politikus Demokrat yang semakin kritis terhadap pemerintahan Netanyahu dan perang di Gaza. 

Meski isi pertemuan membahas isu politik dan keamanan yang serius, respons di media sosial justru banyak tertuju pada pilihan busana Fetterman.

Kontras antara hoodie dan celana pendek yang dikenakannya dengan setelan formal Netanyahu membuat visual pertemuan tersebut cepat menarik perhatian. Sikap Fetterman yang beberapa kali melihat ponsel juga menambah perbincangan mengenai gestur dan etika dalam pertemuan resmi.

Namun, belum terdapat keterangan bahwa pihak Netanyahu menyampaikan keberatan atas busana atau sikap Fetterman selama pertemuan. Netanyahu justru berulang kali menyampaikan apresiasi dan menyebut Fetterman sebagai sahabat Israel.

“Kami bahkan lebih bangga memiliki Anda sebagai sahabat. Saya kira sejarah akan mencatat kontribusi Anda terhadap kebenaran dan keadilan,” ujar Netanyahu.