periskop.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mendorongnya agar tidak membalas serangan rudal Iran. Langkah itu diambil Trump di tengah kekhawatiran eskalasi bisa menggagalkan perundingan yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

Trump menilai serangan rudal Iran pada Minggu (7/6) tidak menelan korban jiwa, sehingga Israel dianggapnya tak perlu merespons secara militer. Ia juga menegaskan siklus serangan balasan antara kedua negara sudah berlangsung cukup lama dan tidak perlu dilanjutkan.

Advertisement

"Saya akan menelepon Bibi sekarang dan memberitahunya untuk tidak membalas," ujar Trump dalam wawancara dengan Axios, Minggu (7/6).

Trump melanjutkan, kedua belah pihak sudah saling melancarkan serangan. Karena itu, ia memandang tidak ada gunanya agresi lebih lanjut dilakukan.

"Masing-masing dari mereka bersenang-senang. Israel melakukan serangannya dan Iran juga melakukan serangannya. Kita tidak memerlukan serangan lain," imbuhnya.

Trump juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa serangan balasan Israel berpotensi memutus jalur diplomasi yang selama ini dibangun kedua pihak. Ia menyebutkan, negosiasi dengan Iran kini tengah berada di titik yang sangat krusial.

"Serangan Iran tidak melukai siapa pun. Mudah-mudahan Israel tidak akan membalas. Jika Bibi menyerang balik, maka hal ini akan terus terjadi seperti 47 tahun terakhir, atau 3.000 tahun terakhir," kata Trump.

Serangan rudal pada Minggu (7/6) merupakan yang pertama diluncurkan Iran ke wilayah Israel sejak gencatan senjata dimulai pada April lalu. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut serangan itu sebagai "peringatan" atas serangan Israel ke pinggiran selatan Lebanon sehari sebelumnya.

Iran juga menegaskan akan melancarkan serangan yang lebih luas apabila agresi kembali terjadi. Trump turut mengkritik aksi Israel di Lebanon, dengan mengaku tidak senang atas serangan tersebut. Dalam wawancara terpisah, ia menegaskan serangan Iran pun tidak akan membantu negosiasi yang disebutnya tengah sangat dekat mencapai kesepakatan.

"Kami sangat dekat dengan kesepakatan akhir dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang bagus. Saya tidak ingin kesepakatan itu rusak karena apa yang terjadi saat ini," pungkas Trump.