Periskop.id - Israel akan menggelar pemilihan umum nasional pada 27 Oktober. Parlemen Israel, yang dikenal dengan nama Knesset, akan mengakhiri masa jabatannya pada 17 Juli.
Knesset saat ini diperkirakan menuntaskan masa jabatan secara penuh sebelum pemungutan suara berikutnya digelar sesuai jadwal yang sudah ditetapkan hukum.
"Knesset saat ini diharapkan untuk menyelesaikan masa jabatannya secara penuh. Pemilihan umum berikutnya telah ditetapkan oleh hukum pada 27 Oktober," kata parlemen dalam pernyataannya, Senin (13/7), dilansir AFP.
Pemungutan suara tersebut dipandang luas sebagai referendum atas kepemimpinan Benjamin Netanyahu sejak perang di Gaza meletus. Pria berusia 76 tahun itu kembali mencalonkan diri sebagai perdana menteri.
Jajak pendapat terbaru menunjukkan mayoritas warga Israel menginginkan Netanyahu tak lagi memimpin. Mantan kepala militer Gadi Eisenkot muncul sebagai saingan utamanya.
Sebuah survei oleh Universitas Ibrani Yerusalem menemukan lebih dari 92% warga Israel percaya Iran memenangkan perang di Timur Tengah.
Dukungan terhadap kepemimpinan Netanyahu pun anjlok dari 40,5% pada awal Maret menjadi 29,4% pada Juni.
Opini publik juga bersikap kritis terhadap gencatan senjata yang menghentikan perang Israel dan Amerika Serikat melawan Iran pada akhir Februari. Kesepakatan antara Teheran dan Washington dinilai tidak menguntungkan Israel.
Banyak warga masih menyimpan kemarahan atas kegagalan keamanan seputar Serangan 7 Oktober. Sentimen pemilih diperkirakan turut dipengaruhi perdebatan soal wajib militer bagi kelompok ultra-ortodoks.
"Saya ingin membentuk pemerintahan nasional yang luas, bukan pemerintahan sayap kanan, bukan pemerintahan sayap kiri yang bergantung pada partai-partai Arab, tetapi pemerintahan nasional yang luas," kata Netanyahu bulan lalu.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar