iklan periskop
Investasi

Investasi RI 2025 Tembus Target, Serap 2,71 Juta Tenaga Kerja

Investasi di Indonesia sepanjang 2025 melampaui target pemerintah, menyerap 2,71 juta tenaga kerja, dan mendorong pemerataan ekonomi di luar Jawa.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Investasi RI 2025 Tembus Target, Serap 2,71 Juta Tenaga Kerja
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam konferensi pers Capaian Realisasi Investasi Tahun 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Jakarta Selatan, Kamis (15/1). Foto: Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Investasi di Indonesia sepanjang 2025 mencatat capaian signifikan, melampaui target pemerintah dan menyerap 2,71 juta tenaga kerja.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan realisasi investasi nasional mencapai Rp1.931,2 triliun, atau 101,3% dari target Rp1.905,6 triliun.

"Ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat dengan terciptanya pekerjaan baru sebanyak sekitar 2,7 juta orang, atau naik 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Kita ketahui, salah satu tugas utama pemerintah adalah menciptakan lapangan kerja baru yang baik dan berkualitas,” ujar Rosan, Kamis (15/1) di Jakarta.

Capaian investasi 2025 tumbuh 12,7% dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan iklim investasi domestik tetap kondusif meski kondisi global penuh dinamika. Dari sisi komposisi, investasi domestik (PMDN) naik 26,6% menjadi Rp1.030,3 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) tercatat Rp900,9 triliun.

Distribusi investasi semakin merata. Untuk pertama kalinya, 51,3% investasi berada di luar Pulau Jawa, dibandingkan Jawa yang sebesar 48,7%, sejalan dengan upaya pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.

Sektor unggulan meliputi industri logam dasar Rp262 triliun. Kemudian transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi Rp211 triliun. Pertambangan Rp199,6 triliun. Jasa lainnya Rp170,5 triliun. Serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp140,4 triliun.

Rosan menekankan, kebijakan hilirisasi industri berperan strategis dalam mendorong nilai tambah investasi dan penyerapan tenaga kerja. 

“Investasi bukan hanya soal angka, tetapi juga bagaimana investasi tersebut menciptakan lapangan kerja, mendorong industri nasional, dan merata ke seluruh Indonesia,” pungkas Rosan

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM, dan lapangan kerja dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.