periskop.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menetapkan target realisasi investasi tahun 2026 sebesar Rp2.175,2 triliun guna menopang ambisi pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8% sesuai visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Memang kalau kita lihat target di 2026 ini meningkat cukup lumayan. Diharapkan peningkatan investasinya Rp2.175,2 triliun,” kata Rosan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).

Mantan Ketua Kadin ini menjelaskan target tersebut merupakan bagian dari peta jalan strategis lima tahun ke depan. Pemerintah membutuhkan total investasi sebesar Rp13.032 triliun dalam periode 2025-2029 untuk memastikan roda ekonomi berputar kencang.

Angka akumulatif tersebut melonjak signifikan sekitar 43% dibandingkan periode 10 tahun sebelumnya. Pada dekade lalu, total investasi yang masuk tercatat sebesar Rp9.117 triliun.

Rosan menekankan peran vital sektor investasi sebagai motor penggerak utama perekonomian. Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional saat ini terus meningkat di kisaran 29% hingga 30%.

Optimisme Rosan dalam mematok target tinggi tahun depan didasari oleh kinerja positif tahun 2025. Kementerian Investasi berhasil mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp1.931,2 triliun sepanjang tahun lalu.

Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan sebelumnya yakni Rp1.905,6 triliun. Secara persentase, realisasi investasi 2025 menembus angka 101,3% meski di tengah efisiensi anggaran kementerian.

“Tahun 2025, pencapaian dari investasi itu mencapai 101,3% atau peningkatan kurang lebih 12,7% dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Kinerja positif ini juga berdampak langsung pada sektor riil melalui pembukaan lapangan kerja. Investasi yang masuk sepanjang 2025 sukses menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja Indonesia.

Untuk merealisasikan target jumbo Rp2.175,2 triliun pada 2026, Kementerian Investasi telah menyiapkan delapan program prioritas nasional. Fokus utamanya meliputi perbaikan sistem perizinan berusaha dan percepatan hilirisasi.

Pemerintah juga akan menggencarkan promosi peluang investasi berbasis wilayah. Strategi ini bertujuan untuk menarik minat investor global maupun domestik agar menanamkan modalnya di sektor-sektor unggulan daerah.