periskop.id - Danantara Indonesia membawa perspektif pasar berkembang ke panggung global melalui partisipasinya dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Kehadiran badan pengelola investasi negara ini menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk memperluas dialog investasi dan memperkuat posisinya dalam lanskap ekonomi dunia yang tengah menghadapi berbagai tantangan struktural.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan Indonesia berada di garis depan dalam menghadapi isu-isu global, mulai dari perubahan iklim, dinamika demografi, hingga tuntutan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Kondisi tersebut, menurutnya mendorong Indonesia untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam membentuk arah pembangunan ekonomi global.
"Kehadiran Danantara Indonesia di World Economic Forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk membangun kemitraan global yang berlandaskan tata kelola yang kuat dan kualitas investasi yang tinggi. Melalui partisipasi ini, keberadaan Indonesia di WEF tahun ini mempunyai pendekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, dan dunia usaha," ucap Rosan dalam keterangan tertulis Selasa (20/1).
Dalam konteks itu, Rosan menekankan Danantara Indonesia tidak memosisikan diri semata sebagai penyedia modal. Lebih dari itu, Danantara hadir sebagai pemain strategis dan mitra jangka panjang yang berfokus pada penguatan ketahanan ekonomi dan sosial, baik di tingkat nasional maupun global.
Sebagai sovereign investment entity, kehadiran Danantara di Davos mencerminkan strategi jangka panjang Indonesia dalam memperdalam keterlibatan pada arsitektur ekonomi global.
"Partisipasi ini dirancang untuk membuka ruang kolaborasi dengan investor institusional, pemerintah, dan pelaku usaha global yang memiliki visi sejalan," sambungnya.
Rosan menjelaskan, agenda utama Danantara di WEF diarahkan pada pembangunan kemitraan strategis, mobilisasi modal secara selektif, serta mendorong arus investasi berkualitas yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia. Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara imbal hasil investasi dan nilai tambah jangka panjang bagi pembangunan nasional.
Ia juga menyoroti kehadiran Indonesia di WEF tahun ini mengusung pendekatan yang lebih terpadu, mengaitkan kebijakan publik, investasi strategis, dan peran dunia usaha dalam satu kerangka yang saling memperkuat. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya hadir sebagai pasar, tetapi sebagai mitra strategis dalam solusi global.
Lebih lanjut, Rosan memastikan setiap kolaborasi yang dijajaki Danantara harus relevan dengan kebutuhan riil Indonesia dan selaras dengan agenda global. Fokus investasi diarahkan pada sektor-sektor prioritas seperti penguatan mineral kritis dan keamanan rantai pasok, percepatan transisi energi, peningkatan ketahanan pangan dan kesehatan, pengembangan infrastruktur digital, serta penciptaan peluang ekonomi bagi populasi muda yang terus bertumbuh.
"Melalui partisipasi di WEF Davos 2026, Danantara Indonesia diharapkan dapat mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra investasi yang kredibel, berorientasi jangka panjang, dan berkontribusi aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan dan inklusif," pungkas Rosan.
Tinggalkan Komentar
Komentar