periskop.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan Lebaran Betawi akan kembali digelar pada 2026. Acara tahunan ini menjadi salah satu tradisi penting bagi warga Jakarta, yang rutin diselenggarakan setiap tahun setelah Idulfitri.
Ali Maulana Hakim, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Pemprov DKI Jakarta, menyebut bahwa Lebaran Betawi 2026 akan digelar untuk ke-18 kalinya.
"Meski ada beberapa pengurangan akibat keprihatinan dunia dan efisiensi anggaran, Lebaran Betawi tetap akan kita gelar secara khidmat tanpa mengurangi substansi dan semangat silaturahmi untuk memperkuat persatuan," ujarnya.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang halalbihalal, tetapi juga wadah penting bagi masyarakat Betawi untuk bersilaturahmi dan memperkuat kebersamaan.
Kapan Pelaksanaan Lebaran Betawi 2026?
Kegiatan Lebaran Betawi digelar pada 10–12 April 2026, merayakan budaya masyarakat Betawi di Jakarta. Pemprov DKI mengajak masyarakat untuk menyempatkan diri menghadiri acara budaya tahunan ini.
Di Mana Lebaran Betawi 2026 Digelar?
Lebaran Betawi 2026 akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Lokasi ini dipilih karena area yang luas, mudah diakses, dan dapat menjangkau masyarakat dari berbagai daerah.
Ali Maulana Hakim menyebut bahwa kegiatan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng juga memperhitungkan sisi historis, sebab lokasi ini termasuk salah satu ikon penting perkembangan Jakarta.
"Apalagi kegiatan dilaksanakan di Lapangan Banteng yang memiliki nilai historis. Kami berharap masyarakat bisa hadir meramaikan," ujarnya.
Agenda Kegiatan Lebaran Betawi 2026
Acara Lebaran Betawi 2026 akan menampilkan berbagai kegiatan budaya Betawi, yang dirancang untuk mempererat hubungan antarwarga melalui pertunjukan seni dan aktivitas budaya.
Acara ini menampilkan berbagai seni tradisional, seperti Tari Topeng, Gambang Kromong, dan Lenong Betawi yang penuh humor serta diiringi musik akustik. Selain itu, musik modern bernuansa Betawi akan mengisi jeda antarpertunjukan.
Berbagai makanan khas Betawi bisa dinikmati di stan kuliner, seperti soto Betawi, kerak telor, nasi uduk, kue cubit, dan es kelapa muda. Sementara itu, pelaku UMKM lokal memiliki area khusus untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung.
Budi Santoso, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, menyebut acara ini penting untuk melestarikan tradisi Betawi bagi generasi muda serta memperkuat reputasi Jakarta sebagai kota budaya.
Selain menjadi festival budaya, Lebaran Betawi 2026 juga diharapkan menjadi simbol kolaborasi efektif antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta dalam melestarikan tradisi.
Tinggalkan Komentar
Komentar