periskop.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 7 April 2026, ke level Rp17.105 per dolar AS. Pelemahan 70 poin ini terjadi dari penutupan sebelumnya di Rp17.035, seiring menguatnya indeks dolar AS dan meningkatnya risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
“Rupiah sore ini ditutup melemah 70 poin di level Rp17.105 dari penutupan sebelumnya Rp17.035, sebelumnya sempat melemah 75 poin,” ujar Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi, Selasa (7/4).
Dari eksternal, investor bersiap menghadapi potensi eskalasi di Timur Tengah menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir memperketat ekspektasi pasokan dan meningkatkan premi risiko di pasar minyak.
Upaya diplomatik untuk meredakan konflik tampak goyah. Iran menolak proposal gencatan senjata 45 hari yang didukung AS, malah menyerukan penghentian permusuhan permanen, jaminan terhadap serangan masa depan, pencabutan sanksi, dan kompensasi kerusakan. Trump menegaskan tenggat waktu tegas dan memperingatkan bahwa kegagalan mematuhi dapat memicu serangan AS terhadap infrastruktur Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.
Konfrontasi ini mengganggu aliran energi global, mendorong harga minyak lebih tinggi, dan memicu kekhawatiran inflasi. Investor juga menanti data inflasi AS penting hari Jumat sebagai petunjuk arah suku bunga Fed.
Dari dalam negeri, ekonom menyoroti desain subsidi berbasis komoditas yang belum tepat sasaran, di tengah lonjakan harga minyak global hingga US$113 per barel, jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel. Skema ini membuka celah konsumsi oleh kelompok mampu dan berisiko menimbulkan ketimpangan, sementara kelompok yang berhak seperti nelayan berpotensi kekurangan pasokan.
Lonjakan harga minyak memperbesar beban subsidi energi, menekan fiskal pemerintah. Ruang fiskal semakin terbatas, sehingga efisiensi belanja dan realokasi anggaran menjadi alternatif realistis untuk menjaga stabilitas fiskal. Penyesuaian harga BBM bukan opsi ideal dalam jangka pendek, mengingat daya beli masyarakat masih lemah.
“Untuk perdagangan Rabu, mata uang rupiah diperkirakan akan fluktuatif dan ditutup melemah di rentang Rp17.100–Rp17.150,” tutup Ibrahim.
Tinggalkan Komentar
Komentar