periskop.id - Kementerian Kesehatan mengajukan tambahan anggaran rehabilitasi pasca bencana di Sumatra sebesar Rp529 miliar. Pengajuan ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mempercepat pemulihan fasilitas layanan kesehatan yang terdampak bencana.

“Pada tanggal 20 Januari kemarin kami sudah mengajukan surat untuk meminta tambahan anggaran rehabilitasi pasca bencana di Sumatra sebesar Rp529 miliar,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat koordinasi di Gedung Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/1).

Budi menjelaskan, bencana tersebut berdampak pada operasional rumah sakit dan puskesmas di sejumlah wilayah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 87 rumah sakit umum daerah (RSUD) terdampak, dengan sembilan rumah sakit sempat berhenti beroperasi pada 1 Desember. Namun, saat ini seluruh RSUD tersebut telah kembali beroperasi meski belum sepenuhnya normal.

“Sekarang sudah beroperasi semua, walaupun belum 100% dan masih dilakukan secara bertahap. Tapi sudah bisa menerima pasien dan pegawainya juga sudah bisa datang,” kata Budi.

Selain rumah sakit, dampak juga terjadi pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Dari 867 puskesmas yang terdampak, sebanyak 152 puskesmas sempat berhenti beroperasi pada 1 Desember 2025. Hingga kini, hanya dua puskesmas yang belum kembali beroperasi.

“Sekarang tinggal dua puskesmas yang belum beroperasi, satu di Lokop, Aceh Timur, dan satu lagi di Aceh Tenggara. Keduanya sudah mulai dibangun sejak dua minggu lalu dan kami harapkan bulan ini bisa selesai dan beroperasi,” ujarnya.

Untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, Kemenkes juga mengerahkan sekitar 6.000 tenaga kesehatan ke wilayah terdampak.

“Kami sudah menyiapkan sekitar 6.000 tenaga kesehatan, baik dari Kementerian Kesehatan maupun dari organisasi lainnya, untuk melayani ribuan pos pengungsian dan desa-desa terdampak,” kata Budi.

Ia menargetkan seluruh fasilitas kesehatan di wilayah terdampak dapat kembali beroperasi normal pada Maret mendatang. Menurutnya, tambahan anggaran yang diajukan menjadi kunci untuk mempercepat rehabilitasi pasca bencana dan menjamin layanan kesehatan bagi masyarakat.