periskop.id - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penularan Virus Nipah. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menekankan pentingnya menjaga kebersihan pangan, terutama buah-buahan. 

Menurutnya, buah yang sudah rusak atau terbuka berisiko terkontaminasi, terutama jika terdapat bekas gigitan kelelawar.

“Masyarakat diimbau menjaga kebersihan pangan, mencuci buah sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan sakit, tidak mengonsumsi buah yang terbuka atau rusak dan diduga terpapar gigitan kelelawar,” ujar Ani dikutip dari Antara, Selasa (3/2).

Virus Nipah sendiri merupakan penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan antarmanusia, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Penularan bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita.

“Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita,” jelas Ani.

Gejala awal infeksi Virus Nipah biasanya berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak (ensefalitis). Ani menegaskan bahwa masyarakat harus segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan yang mengarah pada gejala tersebut. 

“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala setelah kontak berisiko,” imbaunya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 di Malaysia. 

Tingkat fatalitas kasus (case fatality rate) berkisar antara 40–75 persen, tergantung pada penanganan medis dan kondisi kesehatan pasien. Virus ini termasuk dalam daftar penyakit prioritas WHO karena berpotensi menimbulkan wabah besar.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kelelawar buah dari genus Pteropus adalah reservoir alami Virus Nipah. Kasus penularan di Bangladesh dan India sering dikaitkan dengan konsumsi nira kurma mentah yang terkontaminasi air liur kelelawar. Oleh karena itu, langkah pencegahan melalui kebersihan pangan dan menghindari kontak dengan hewan liar menjadi sangat krusial.

Ani menutup imbauannya dengan mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. 

“Pencegahan adalah kunci. Jagalah kebersihan makanan, lingkungan, dan segera cari pertolongan medis bila ada gejala mencurigakan,” tegasnya.