Periskop.id - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menyatakan, Presiden Prabowo Subianto siap meresmikan 21 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C pada Mei 2026. Aksi ini dinilai sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) peningkatan kualitas rumah sakit daerah.
Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (29/4) mengatakan, 21 RSUD tersebut merupakan bagian dari total 32 RSUD yang sedang berjalan dalam tiga batch pelaksanaan.
"Dari total 32 RSUD tersebut, 21 rumah sakit telah siap untuk diresmikan oleh Bapak Presiden, yang direncanakan pada bulan Mei 2026," kata Qodari.
Dia menyampaikan, 21 RSUD itu telah dilengkapi tujuh dokter spesialis dasar, yakni dokter anak, bedah, anestesi, penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, radiologi serta patologi klinik. Dengan begitu, masyarakat di daerah tidak perlu lagi bepergian jauh hanya untuk mendapatkan layanan spesialis.
Qodari menjelaskan, program PHTC peningkatan kualitas RSUD merupakan komitmen Presiden Prabowo untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas di seluruh pelosok Indonesia. Terutama di wilayah daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).
Program tersebut, kata dia, berfokus pada peningkatan kelas rumah sakit dari Tipe D dan D Pratama menjadi Tipe C berkualitas. RS-RS tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas seperti ruang operasi, rawat jalan, rawat inap, cathlab, hemodialisa, radiologi, farmasi hingga Central Sterile Supply Department (CSSD).
"Ini menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo bahwa setiap warga negara Indonesia, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkan layanan kesehatan yang setara dan berkualitas," tuturnya.
Peningkatan Kelas RSUD
Lebih lanjut, Qodari menuturkan, sepanjang periode 2025 hingga 2027, pemerintah menargetkan peningkatan kelas 66 RSUD dari tipe D dan D Pratama menjadi tipe C berkualitas.
Sebanyak 22 RSUD ditargetkan pada 2025 dengan 17 di antaranya telah selesai dan lima lainnya masih dalam proses penyelesaian dengan capaian di atas 90 persen. Kemudian, 20 RSUD ditargetkan pada 2026 yang saat ini masih dalam pelaksanaan serta 24 RSUD pada 2027 yang masih dalam tahap persiapan.
Untuk progres per 20 April 2026, seluruh 10 RSUD pada batch 1 target 2025 telah mencapai pembangunan 100%. Pada batch 2, enam RSUD telah selesai 100%. Sementara, lima lainnya dalam tahap penyelesaian akhir. Adapun pada batch 3, 10 RSUD masih dalam tahap konstruksi aktif.
"Perlu saya sampaikan secara terbuka bahwa satu RSUD, yaitu Kabupaten Kolaka Timur belum dapat diresmikan karena terjadi kendala pembangunan di lapangan. Namun proses terus berjalan dan saat ini sudah memasuki kontrak tahap 3 dan terus dipantau secara ketat," jelasnya.
Qodari melanjutkan, program tersebut memberikan dampak sosial ekonomi, termasuk penurunan risiko kematian akibat keterlambatan penanganan medis di daerah terpencil. Efek lainnya, membuka lapangan kerja karena setiap RSUD tipe C yang beroperasi membutuhkan rata-rata 300 hingga 500 tenaga kesehatan dan nonkesehatan secara permanen.
"Artinya, ketika 66 RSUD tipe C ini selesai dan beroperasi pada 2027, program ini berpotensi menyerap hampir 20.000 hingga 33.000 lapangan kerja langsung bagi masyarakat," kata Qodari.
Selain itu, biaya transportasi bagi pasien dari wilayah DTPK yang harus dirujuk ke rumah sakit besar dapat berkurang signifikan, karena telah tersedianya RSUD berkualitas di dekat tempat tinggal mereka.
"Program PHTC Peningkatan Kualitas RSUD adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan bergerak, bukan sekadar berjanji. Di balik setiap rumah sakit yang selesai dibangun, ada masyarakat yang akhirnya mendapatkan hak dasar mereka atas layanan kesehatan yang layak dan bermartabat," pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar