Periskop.id - Bunyi 'krek' atau 'klik' pada lutut saat jongkok, naik tangga, atau berdiri setelah duduk lama ternyata punya penjelasan medis yang cukup jelas. Kondisi ini dikenal sebagai knee crepitus, dan tidak selalu menjadi pertanda masalah serius pada sendi.

Banyak orang langsung cemas begitu mendengar bunyi tersebut, terutama jika terjadi berulang kali. Padahal, pemicu knee crepitus cukup beragam, mulai dari pelepasan gelembung gas di dalam cairan sendi hingga gesekan jaringan di sekitar lutut saat tubuh bergerak.

Mengapa Lutut Bisa Berbunyi?

Salah satu pemicu paling umum adalah proses yang disebut cavitation, sebagaimana dikutip dari jurnal National Library of Medicine. Lutut manusia mengandung cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas sendi.

Saat lutut ditekuk atau diluruskan, tekanan di dalam sendi berubah. Perubahan tekanan inilah yang memecah gelembung gas kecil di dalam cairan sinovial, menghasilkan bunyi yang khas. Fenomena serupa terjadi saat seseorang sengaja "meretakkan" jari tangan.

Selain cavitation, bunyi lutut juga bisa berasal dari pergerakan tendon atau ligamen. Tendon menghubungkan otot dengan tulang, sementara ligamen menjaga kestabilan antartulang pada sendi.

Ketika tendon atau ligamen bergeser melewati tonjolan tulang, gesekan kecil yang terjadi dapat memunculkan bunyi. Kondisi ini lebih sering dialami oleh pelari, atlet aktif, serta mereka yang memiliki otot dan tendon kaku.

Seberapa Umum Lutut Berbunyi?

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine menganalisis 103 studi dengan total lebih dari 36 ribu partisipan. Hasilnya, sekitar 41% populasi tercatat mengalami knee crepitus.

Temuan menarik lain dari riset yang sama: sekitar 36% orang tanpa riwayat cedera lutut tetap mengalami bunyi serupa. Ini memperkuat kesimpulan bahwa lutut berbunyi tidak otomatis mengindikasikan suatu penyakit.

Dengan kata lain, jika bunyi tersebut muncul tanpa disertai rasa sakit atau gangguan gerak, kondisi ini umumnya tergolong normal.

Kapan Lutut Berbunyi Perlu Diwaspadai?

Bunyi lutut bisa menjadi sinyal masalah struktural apabila permukaan tulang rawan mulai mengasar atau mengalami penurunan kualitas. Dalam situasi ini, gerakan sendi tidak lagi berjalan mulus, sehingga menghasilkan bunyi seperti gesekan kasar saat lutut digerakkan.

Kondisi tersebut umum dijumpai pada penderita osteoarthritis (pengapuran sendi), lansia, atau siapa pun yang menggunakan sendi secara berlebihan dalam jangka panjang. Osteoarthritis sendiri terjadi ketika bantalan tulang rawan pada sendi perlahan menipis dan rusak, sehingga bunyi lutut biasanya disertai nyeri, kaku, bengkak, hingga keterbatasan gerak.

Pemeriksaan medis lebih lanjut sangat dianjurkan apabila bunyi lutut disertai gejala-gejala berikut:

1. Rasa nyeri atau linu di area lutut

2. Pembengkakan dan kemerahan di sekitar sendi

3. Lutut terasa 'terkunci' atau sulit ditekuk

4. Lutut terasa tidak stabil atau lemas saat digunakan berjalan

Cara Menjaga Kesehatan Lutut Jangka Panjang

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk merawat kesehatan lutut secara konsisten. Menjaga berat badan ideal adalah salah satu yang paling krusial karena beban tubuh berlebih memperbesar tekanan pada sendi lutut.

Rutinitas peregangan, pemanasan sebelum berolahraga, dan latihan penguatan otot paha depan (quadriceps) juga terbukti membantu menjaga stabilitas serta fungsi sendi lutut dalam jangka panjang.

Jika lutut Anda sesekali berbunyi 'krek' tanpa rasa sakit dan tidak mengganggu aktivitas harian, tidak ada alasan untuk langsung panik. Bisa jadi itu memang cara alami sendi tubuh bekerja. Waspadai baru ketika bunyi tersebut mulai datang bersama gejala fisik lain yang mengganggu.